Download Soal Detik detik Ujian Nasional Biologi SMA

Biologi Sejati bekerja sama dengan divisi pemasaran Detik-Detik Ujian Nasional untuk mereview produk buku terbarunya, yaitu Detik detik UN 2014 khususnya buku Detik Biologi SMP dan SMA. Oleh karena itu kali ini Biologi Sejati akan mereview soal-soal dari Detik-detik UN Biologi SMA tahun lalu.

Harapannya sobat Biologi Sejati dapat mendapatkan gambaran tentang kualitas soal buku best seller tersebut. Baiklah berikut beberapa contoh soal serta pembahasan soal detik-detik UN Biologi SMA tahun lalu. Anda juga bisa mengunduh sampel soalnya pada link download di bawah posting ini. Jangan lupa beli untuk membeli bukunya.

26. Asam piruvat merupakan hasil akhir dari proses
glikolisis. Asam piruvat sebelum masuk ke dalam
siklus Krebs diubah terlebih dahulu menjadi . . . .
A. Co-enzim A
B. asetil Co-A
C. asam sitrat
D. asam a-ketoglutarat
E. asam fumarat

27. Tahap-tahap dalam siklus Calvin sebagai berikut.
1) Terjadi pengubahan NADPH2 menjadi NADP+.

2) Fiksasi CO2 oleh RuBP.

3) Terjadi pembentukan ADP.

4) Terbentuk glukosa.

5) Terbentuk PGA.

Urutan tahap siklus Calvin yang benar adalah
A. 1) — 3) — 2) — 5) — 4)
B. 1) — 4) — 2) — 3) — 5)
C. 2) — 5) — 3) — 1) — 4)
D. 3) — 1) — 5) — 4) — 2)
E. 4) — 5) — 1) — 3) — 2)

28. Tetes tebu difermentasikan dalam ruangan tertutup dengan bantuan Saccharomyces sp. Setelah beberapa hari, akan dihasilkan . . . .
A. alkohol dan asam laktat
B. alkohol dan CO2
C. asam laktat dan air
D. asam laktat dan asam cuka
E. asam cuka dan 02

29. Molekul berikut yang tidak ditemukan dalam RNA adalah….
A. sitosin
B. deoksiribosa
C. urasil
D. gugus fosfat
E. adenin

Soal selengkapnya dapat didownload pada tautan berikut:

Download sample soal Biologi

For your information, kontak Detik-detik UN bisa diakses pada Facebook: Detik UN 2014  dan Twitter: @DetikUN2014 

Buku Detik-detik UN SMA IPA tahun 2014 sudah dapat dipesan pada halaman berikut.

pesan-sekarang-detik-detik-UN-300x75

Manfaat Gerakan Shalat Bagi Kesehatan

QS Al Ankabut: 45.
 
ٱتۡلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ‌ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ‌ۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَڪۡبَرُ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ (٤٥)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sholat merupakan ibadah mahdah utama yang  sangat penting dalam ajaran Islam. Bahkan ibdah ini menjadi parameter kesuksesan seorang muslim di akhirat kelak. Apabila sholatnya baik, baiklah semua amalnya dan sebaliknya. Namun, keluarbiasaan ibadah sholat tidak hanya sebatas pahala di akhirat saja, tetapi  gerakan sholat memiliki peranan yang sangat baik dalam dunia kesehatan. Bahkan dalam sudut medis sholat merupakan obat dari semua jenis penyakit.
Sungguh Allah Sang Maha Tahu apa yang dibutuhkan dari ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintah-Nya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi benar-benar mempunyai manfaat yang tidak diragukan lagi. Puasa menjadi salah satu contoh lain yang memiliki manfaat pada tubuh.
Dalam sholat terdapat berbagai macam gerakan yang masing-masing sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau bagian dada bagian bawah memiliki manfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfa dan kekuatan otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kedua tangan yang melipat pada perut menghindarkan dari berbagai gangguan persendiaan, khususnya pada tubuh bagian atas
Ruku’
Meletakkan kedua telapak tangan diatas kedua lutut sehingga belakang atau punggung dan kepala terletak dalam satu garis lurus. Gerakan ini harus benar diperhatikan dan dilakukan secara kusyu’ yang akan menyebabkan kondidi tulang baik, ruas tulang belakang tetap lembut, lentur serta melekat ruas – ruas yang palsu yang telah terjadi sehingga wanita akan mempermudah proses melahirkan. Otot kerudung, Otot belah ketupat dapat berkontraksi sama rata jauh dari penyakit keluarnya zat telur didalam air kemih.
I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelahnya, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal adalah variasi postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Pada posisi ini organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya pencernaan menjadi lancar
Sujud
Jari-jari kedua tangan dan kaki serta kedua lutut dan dahi menempel pada lantai sehingga peredaran darah dan limfa menjadi lancar dalam anggota badan, membantu pekerjaan jantung dan menghindari mengerutnya dinding pembuluh darah. Menghasilkan energi panas dalam pencernaan yang diperlukan tubuh, melancarka aliran darah. Sikap sujud menjadikan otot lebih besar dan kuat sehingga rongga dada bertambah besar, paru-paru berkembang baik dan dapat menghisap udara bersih masuk. Hal yang tidak kalah luar biasa adalah aliran darah yang mengalir ke otak sangat baik
Duduk Tahiyat
Ada dua macam yaitu tahhiyat awal dan tahhiyat akhir. Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tahhiyat akhir sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin pria atau prostat dan saluran vas deferens. Variasi posisi telapak kaki menyebabkan seluruh oto tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali
Salam
Gerakan kepala yang diputar kekanan dan kekiri secara maksimal, mampu merelaksasikan otot sekita leher dan kepala yang akan menyempurnakan aliran darah di kepala.
Nah itu semua adalah manfaat dari sisi fisik dan fisiologis, ternyata sholat juga dapat menenangkan hati, mengangkat derajad, dan momen sedekat-dekatya Alloh ta’ala. Udah sholat, Bro? Sis?
Sumber: hxxp://gi-healthy.blogspot.com

Inspirasi kata “Luka” dari Ali Imran: 140

in yamsaskum qarhun faqad massa alqawma qarhun mitsluhu watilka al-ayyaamu nudaawiluhaa bayna alnnaasi waliya’lama allaahu alladziina aamanuu wayattakhidza minkum syuhadaa-a waallaahu laa yuhibbu alzhzhaalimiina

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’231. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, [3:140]

Al Quran memang selalu dapat menjadi inspirasi di setiap keadaan dan suasana. Suasana ilmiah atau santai, Al Quran terus memberikan inspirasi: di setiap kalimatnya, hurufnya, bahkan terjemahannya. Pagi ini Biologi Sejati mendapat inspirasi setelah membaca QS Ali Imran ayat 140 tentang luka (dalam konteks ayat ini adalah kekalahan peperangan) pada perang Badar dan Uhud.

Well, posting ini buksn untuk menafsorkan ayat tersebut karena memeang belum mahfumnya penulis tentang tafsir Al Quran. CUkup berittiba’ saja pada ulama dan salafussalih. Hanya saja, ada satu kata yang ingin saya kupas lebih lanjut dan tentu saja berhubungan dengan dunia biologi medis, yaitu kata “luka dan proses fisiologis pembekuan darah ketika luka”.

Trombosit dan Pembekuan Darah

Proses pembekuan darah ketika luka sudah pernah dibahas pada tulisan lalu  , tetapi kali ini Biologi Sejati bermaksud memposting update teori penutupan luka berdasarkan buku “Introduction to Human Physiology (Pengantar Fisiologi Manusia) karya Green, J.H.

Teori klasik mengenai penutupan luka/ pembekuan darah (Morawitz, 1904) menyatakan bahwa pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap.

Tahap 1: Pembentukan tromboplastin (trombokinase)

Tahap 2. Perubahan protrombin menjadi trombin oleh tromboplastin dengan adanya Ca ++.

Tahap 3. Perubahan fibrinogen oleh trombin menjadi fibrin.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembentukan tromboplastin dari pemecahan trombosit dan kerusakan jaringan merupakan proses yang rumit, melibatkan berbagai “faktor” tambahan.

Penggumpalan trombosit, yang mendahului pecahnya, dipermudah oleh Faktor XI (Anteseden Tromboplastin Plasma, ‘PTA’) dan Faktor XII (Faktor Hageman). Pecahnya trombosit menghasilkan faktor trombosit dengan bantuan Faktor VIII CGlobulin Anti-hemofilik, ‘AHG’) dan Faktor IX (Faktor Christmas atau komponen Tromboplastin Plasma, PTC).

AHG merupakan zat yang tidak ada pada hemofilia. Faktor Christmas dinamakan berdasarkan nama penderita yang pertama kali di mukan menderita defisiensi faktor tersebut. Tid adanya faktor Christmas, juga menyebabk penyakit perdarahan. Faktor trombosit, deng bantuan Faktor V (faktor labil atau Globu Akselerator,’ AcG’) dan Faktor X (Faktor Stuart Prower) membentuk tromboplastin (tromboplastin darah). Sistem ini dikenal sebagai sistem intrinsik.

Jenis tromboplastin yang lain, dikenal sebagai tromboplastin jaringan (protrombinase), dibentuk bila terjadi kerusakan jaringan. Sistem eks trinsik ini membutuhkan Faktor V dan X, serta satu faktor lain, Faktor VII (faktor mantap atau Akselerator Pengubahan Protrombin Serum ‘SPCA’), tetapi tidak membutuhkan Faktor- Faktor VIII, IX, XI dan XII.

Faktor XIII (faktor pemantap fibrin) dibutuhkan pada kedua sistem tersebut untuk membentuk ikatan-silang saat fibrinogen diubah menjadi fibrin.

Bila darah disimpan pada suhu 4°C, Fak VTH (globulin antihemofilik) rusak. Untuk memperoleh Faktor VIII, plasma segar dibekukan pada -20°C lalu dicairkan pada suhu 4°C. Fak VIII tidak larut kembali dan dapat dipisahl dengan pusingan.

Faktor-faktor yang berkaitan dengan pt bekuan darah terdapat pada daftar berikut.

Faktor I     Fibrinogen

Faktor II    Protrombin

Faktor III   Tromboplastin jaringan

Faktor IV    Ion Kalsium

Faktor V Faktor labil (AcG)

Tidak terdapat Faktor VI

Faktor VII Faktor stabil (SPCA)

Faktor VIII Globulin antihemofilik (AHG)

Faktor IX Faktor Christmas (PTC)

Faktor X Faktor Stuart-Prower

Faktor XI Anteseden tromboplastin plasma (PTA)

Faktor XII Faktor Hageman Faktor

Faktor XIII pemantap fibrin

Pembekuan Darah (Koagulasi)

Darah membeku atau mengalami koagulasi bila protein plasma fibrinogen, yang dapat larut berubah menjadi fibrin yang tidak larut. Fibrin membentuk anyaman benang-benang panjang yang menangkap sel-sel darah. Benang-benang itu lengket sehingga bekuan melekat pada jaringan sekitar. Mula-mula bekuan tersebut lunak seperti jel. Berangsur-angsur bekuan menyusut dan mengeluarkan cairan yang disebut serum.

Bila terpapar pada udara luar, bekuan mengeras. Bekuan mulai menyusut kira-kira setelah 10 menit dan sempurna dalam 2 jam. Serum mempunyai susunan yang sama dengan plasma tanpa fibrinogen (serta Faktor V dan VIII).

Jelaslah bahwa pembekuan darah berkaitan dengan plasma. Plasma tanpa sel darah akan membeku. Sel-sel yang ada, kecuali trombosit, berperan pasif dan tidak penting pada pemben-tukan bekuan. Jangan merancukan istilah ‘pem­bekuan’ dengan ‘aglutinasi’ atau ‘penggumpalan’, yang terutama berkaitan dengan sel darah merah.

Fibrinogen terdapat dalam plasma dan fibri­nogen berubah menjadi fibrin hanya bila ter-bentuk trombin. [Trombin merupakan enzim pemecah protein (proteolitik) yang menguraikan molekul protein fibrinogen yang besar men­jadi unit-unit yang lebih kecil, yang kemudian mengalami polimerisasi menjadi fibrin]. Trombin tidak terdapat dalam bentuk trombin dalam plasma, tetapi berbentuk bahan prekursornya, protrombin, yang merupakan protein plasma. Perubahan protrombin menjadi trombin terjadi oleh adanya ion-ion kalsium dan tromboplastin (trombokinase).

Tromboplastin tidak terdapat dalam peredaran darah, hanya terbentuk bila trombosit pecah dan bila jaringan mengalami kerusakan.

Bakteri Anthraks sebagai Senjata Biologis Pemusnah Massal

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu[33]. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?.” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah[34], dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. (QS Al Baqarah: 26)

Dalam taksonomi biologi, bakteri digolongkan sebagai makhluk hidup yang “rendah”. Penggolongan itu berdasarkan struktur tubuhnya yang masih sangat sederhana, terdiri hanya dari satu sel, dan tidak memiliki membran inti. Dibandingkan dengan nyamuk (Insecta), bakteri jelas lebih sederhana. Namun demikian, dampak yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas bakteri yang berukuran mikron itu dapat dirasakan oleh makhluk hidup lain yang dikatakan lebih tinggi tingkatannya, manusia misalnya.

Gambar. Bacillus antrachis

Al Quran memberi penggambaran bahwa Alloh SWT menciptakan makhluk-makhluk yang “sederhana” itu sebagai pelajaran bagi manusia. Tentu saja bagi manusia yang mau mengambil pelajaran dan hikmah, bukan mereka yang fasik (suka berbuat kerusakan). Artikel berikut akan memberikan paparan bagaimana orang-orang fasik menyalahgunakan kemampuan dan ilmu yang dikaruniakan Alloh kepada mereka dalam jalan kejahatan. Ya, mereka merekayasa ciptaan Alloh bukan demi kemaslahatan tetapi untuk kerusakan. Kelak mereka akan mendapatkan balasannya, sekecil apa pun. Selamat menyimak.

Keberadaan Bakteri Anthraks

Keberadaan bakteri Anthraks (Bacillus anthracis) di lingkungan alami manusia bukan hal yang baru. Sejak ratusan tahun lalu, bakteri patogen ini umum ditemukan pada air, tanah, dan daun-daunan. Kasus infeksi pada hewan ternak dan hewan liar mulai ditemukan baru pada tahun 1800-an, ketika terjadi kasus infeksi sapi-sapi ternak di lingkungan peternakan Eropa dan sebagian Asia. Mula-mula, suhu badan sapi meninggi, sesak napas dengan detak jantung melemah, kejang-kejang, dan akhirnya mati dengan darah keluar dari hidung, telinga, serta mulut.

Continue reading

Peran Bifidobacterium pada Bayi

Secara awam keberadaan mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus cenderung mendapat citra negatif. Sangat wajar karena kecenderungan bakteri sering menjadi penyebab penyakit. Namun, tidak
semua bakteri itu ”jahat”, ada juga yang ”baik” seperti bakteri Bifidobacterium bagi bayi.

Bifidobacterium

Bifidobacterium adalah bakteri yang umumnya hidup di dalam usus, di bagian bawah usus halus dan seluruh bagian usus besar pada bayi. Bakteri ini berbentuk batang, sering digunakan sebagai probiotik dalam bentuk susu atau yoghurt. Secara umum, keberadaan bakteri Bifidobacterium sangat menguntungkan bagi bayi yang belum memiliki kekebalan tubuh sekuat orang dewasa dalam melawan bakteri patogen.

Continue reading