Category Archives: Hewan

Anatomi pada Hewan

Keunikan Cumi-cumi

Cumi-cumi (Loligo, sp) termasuk Cephalopoda yang hidup di laut. Invertebrata ini memiliki banyak keistimewaan dalampertahanan dirinya, selain juga lezat untuk dimakan. Berikut adalah keistimewaan cumi-cumi:

     Seekor cumi-cumi dapat menghindar dari pemangsanya dengan gesit melalui pengerutan otot yang cepat. Selain dengan gerakannya yang cepat, cumi-cumi juga dapat mengeluarkan tinta pekat dan gelap yang akan membuat musuh terkejut untuk beberapa saat. Saat musuh terkejut dan panik, cumi-cumi segera meloloskan diri.
    Cumi-cumi juga memiliki sistem perlindungan dengan cara mengubah-ubah warna kulit tubuh dengan cepat.  Warna tubuhnya kadang-kadang kebiruan, putih, merah, atau cokelat. Perubahan warna ini terjadi karena adanya kromatofora yang merupakan kantong elastis berisi pigmen merah atau kuning.

 

Cumi-cumi
    Sel-sel pigmen yang elastis ini dikelilingi oleh ikatan sel-sel otot yang dapat berkontraksi dengan cepat, sehingga sel-sel pigmen menjadi besar dan mengakibatkan warnanya lebih jelas. Mekanisme ini mengakibatkan cumi-cumi dapat berubah warna dengan cepat apabila mendapat rangsangan dari luar. Sistem perubahan warna ini juga digunakan cumi-cumi sebagai sarana komunikasi dengan sesama jenisnya.
    Selama ini tinta cumi-cumi belum dikenal banyak orang, terutama dalam industri jasa boga. Tinta cumi-cumi sering tidak dibuang dan dibiarkan di dalam daging cumi. Namun, beberapa negara seperti Italia, telah menggunakan tinta cumi sebagai salah satu bumbu masakan pasta. Di Jepang kantong tinta cumi-cumi (sepio melanin) yang berwarna hitam dipakai sebagai pengawet dan meningkatkan rasa pada cumi-cumi asin. Zat tinta ini dapat dimakan dan tidak beracun.

Jaringan pada Hewan: Ikat

2. Jaringan Ikat
Sesuai dengan namanya, jaringan ikat berfungsi sebagai pengikat, penyokong, serta penghubung satu jaringan dengan jaringan yang lainnya. Jaringan ikat tidak terdapat pada permukaan luar tubuh. Jaringan ikat mengandung banyak pembuluh darah, kecuali pada tulang rawan. Berbeda dengan sel epitel, populasi sel-sel jaringan ikat lebih jarang dan menyebar di dalam matriks. Pada umumnya, matriks terdiri atas jaringan-jaringan serabut yang melekat dalam bahan dasar berupa cairan, gel, atau solid.

Matriks pada jaringan ikat memiliki jalinan yang bergantung pada serabut yang dimilikinya. Berikut ini beberapa serabut yang menyusun jaringan ikat, yaitu  serabut kolagen,  serabut elastin , dan  serabut retikuler . Serabut kolagen memiliki daya regang sangat tinggi dengan elastisitas yang rendah. Serabut kolagen terbuat dari protein kolagen. Serabut elastin memiliki elastisitas tinggi. Namun, serabut elastin daya elastisitasnya akan semakin berkurang seiring dengan pertambahan usia seseorang. Serabut retikuler mirip dengan serabut kolagen hanya ukuran serabutnya lebih pendek dibandingkan dengan serabut kolagen.

Jaringan ikat dapat dikelompokkan dalam enam kelompok utama, yaitu jaringan ikat longgar ,  jaringan lemak ,  jaringan ikat padat ,  jaringan tulang rawan ,  jaringan tulang , dan  jaringan ikat darah  (Campbell,  et al , 2006: 417)

Jaringan_ikat

 

Continue reading

Jaringan pada Hewan: Epitel

Jaringan pada hewan tersusun atas sel-sel. Sel-sel tersebut memiliki fungsi dan bentuk yang sama sehingga jaringan dapat bekerja sesuai dengan fungsinya. Misalnya, jaringan otot yang tersusun atas sel-sel otot.

Pada hewan, jaringan dapat dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu sebagai berikut.
1. Jaringan epitel , merupakan lapisan sel yang melapisi permukaan bagian tubuh, baik di luar maupun di dalam rongga.
2. Jaringan ikat, berfungsi sebagai pengikat, penyokong, dan pemberi bentuk pada tubuh.
3. Jaringan otot , merupakan jaringan yang menggerakkan bagian-bagian tubuh.
4. Jaringan saraf, berfungsi menanggapi rangsang dan meneruskan impuls dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain.

Keempat jaringan tersebut dimiliki oleh semua hewan kecuali hewan paling sederhana seperti Porifera. Jaringan-jaringan tersebut akan membentuk organ yang memiliki fungsi tertentu dalam sistem organ. Berbagai sistem organ tersebut akan membentuk individu utuh yang mampu melakukan berbagai aktivitas.

1. Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan lapisan sel yang menyelimuti dan melapisi permukaan luar organ dalam ( endotelium), bagian dalam rongga (mesotelium), dan permukaan paling luar dari tubuh (epidermis).

Jaringan_Epitel

Jaringan epitel pada (a) kulit manusia (b) usus manusia

Continue reading