Soal-soal Genetika SMP

Maaf jika terlalu lama menunggu, karena sejumlah masukan mengenai perbanyakan soal-soal, akhirnya kami unggah Soal-soal genetika SMP yang menjadi request beberapa sahabat Biologi Sejati. Baiklah, berikut soal-soal genetika atau pewarisan sifat yang sering keluar di Ujian Nasional IPA SMP.

Soal 1

soal gen 2

Soal 2.

soal gen 3

Soal 3.

soal gen 4

Soal 4

soal gen 5

Soal 5

soal genetika 1

Advertisements

Eksperimen Louis Pasteur

Akhir dari masa perdebatan teori abiogenesis dan biogenesis adalah setelah kemunculan Louis Pasteur (1822-1895), seorang ahli kimia yang sangat tertarik pada perubahan-perubahan kimiawi yang terjadi selama proses fermentasi anggur. Perhatiannya pada fermentasi inilah yang mendorongnya untuk ikut berdebat tentang generasi spontan. Secara teguh Pasteur menentang konsepsi generasi spontan dan ia menyadari bahwa kemajuan penelitian tentang fermentasi tidak akan berjalan lancar sebelum konsepsi tersebut bisa dipatahkan.

Salah seorang pendukung teori abiogenesis pada masa Pasteur yang terkenal penuh dedikasi adalah Felix Archimede Pouchet, seorang naturalis Perancis yang pada tahun 1859 menerbitkan laporan-laporan untuk membuktikan generasi spontan. Pada akhirnya Pasteur merancang percobaannya yang terkenal, yaitu percobaan dengan labu leher angsa yang kemudian mengakhiri perdebatan ini untuk selama-lamanya.

pasteur

Rangkaian percobaan louis pasteur

Pasteur melakukan percobaan dengan merancang alat berupa labu yang
dilengkapi dengan tabung panjang berbentuk leher angsa. Ia mempersiapkan larutan nutrisi berupa cairan kaldu kemudian memasukannya ke dalam labu, yang sebelumnya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah itu dibiarkan beberapa lama dan udara tanpa perlakuaan apapun dan tanpa disaring dibiarkannya keluar masuk labu tersebut. Setelah diinkubasikan beberapa lama ternyata tak ditemukan kehidupan mikroorganisme dalam labu tersebut.

Alasannya bahwa partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrisi, mereka mengendap dalam bagian tabung leher angsa yang berbentuk hudup U dan aliran udara berkurang, sehingga partikel-partikel tadi tidak terbawa ke dalam labu. Apabila labu yang berisi nutrisi kemudian penyimpanannya diletakan secara miring, sehingga memungkinkan partikel debu memasuki labu lewat aliran udara, maka setelah beberapa lama disimpan ditemukan kehidupan mikroorganisme pada labu tersebut.

Hasil percobaan ini memberikan bukti kuat kepada para ahli akan ketidakbenaran teori abiogenesis dan selanjutnya para ahli pada masa itu menerima teori baru mengenai asal mula kehidupan dengan yaitu teori biogenesis, yang berarti kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya. Pasteur juga menghasilkan karya-karya di bidang mikrobiologi yang sangat terkenal, diantaranya tentang fermentasi dan mikroorganisme penyebab penyakit dan muncullah teori nutfah fermentasi dan teori nutfah penyakit.

Ujian Nasional: Detik-detik UN saja

Fungi (Jamur) Uniseluler

Fungi kebanyakan hidup dalam bentuk/struktur yang berhypha, sedangkan Ascomycota menunjukkan struktur tubuh yang berbeda. Spesies Saccharomyces cerevicae memiliki bentuk yang sferikal (mirip bola), oval, atau silindris. Sedangkan sel yang akan memisahkan diri membentuk kuncup/tunas. Sel baru dihasilkan dengan membentuk pertumbuhan tunas yang berukuran kecil pada permukaan sel lama, tunas tersebut secara berangsur-angsur membesar dan berpisah dari sel induk (Madigan, et al., 2012).

Yeast memiliki karakteristik dimorphic yang mengalami pergantian antara hypha dan yeast (ragi) untuk merespon perubahan lingkungan. Oleh karena itu, secara umum tidak berbeda dengan fungi lainnya. Akan tetapi, muncul dengan keadaan berbeda dan teradaptasi sesuai kondisi kandungan nutrisi di lingkungan (Madigan, et al., 2012).

Gambar 2.5 menunjukkan satu sel yeast dengan satu inti serta organel penyusunnya. Dari sel induk dapat tumbuh lebih dari satu sel anakan. Sel anakan tumbuh pada permukaan sel dalam ukuran kecil, memanjang dan tumbuh membulat diikuti pertumbuhan dinding selnya. Pada akhir proses pertumbuhan sel anak, inti sel induk bermigrasi ke titik pertunasan. Nukleus kemudian terbelah untuk sel anakan (Deacon, 2005).

yeast

Gambar 2.5. (a) Bagan yang menunjukkan yeast yang bertunas, Saccharomyces cerevisae, dengan diameter sebesar 5m. BS = bud scar; ER = reticulum edompalsma; G = golgi; L = lipid body; M = mitokondria; N = nucleus; SPB = spindle-pole body; V = vesicle; Vac = large central vacuoles; W = wall. Sumber: Deacon, 2005. (b) Pada permukaan sel induk tampak adanya bud scar, sisa pembelahan pada anakan sebelumnya. Yeast ini membentuk tunas baru. Mikroskop elekron menunjukkan yeast untuk pembuatan roti dan bir Saccharomyces cerevisiae (Ascomycetes). Ukuran sel tersebut diamternya sekitar 6 m. Sumber: Madigan et al., 2012.

Akhir dari pertumbuhan tunas/kucup baru adalah terbentuknya sekat antara sel induk dan sel anak. Pada Saccharomyces akan terbentuk cincin chitin yang diproduksi pada titik “leher” pada pembelahan. Cincin chitin akan terus diproduksi chitin ke arah dalam sehingga lapisan chitin sempurna untuk sel induk dan sel anak. Sel dapat membelah dengan bantuan enzim pembelahaan. Proses tersebut meninggalkan bud scar pada induk dan birth scar pada sel anakan (Deacon, 2005). Pada pembahasan sebelumnya (tabel 2.2) disebutkan bahwa chitin pada Saccharomyces mengandung 1% saja, sehingga diketahui cincin kitin hanya terbentuk di titik leher pembelahan. Sebuah jumlah yang minimal untuk produksi chitin spesies jamur.

Dasar Pengelompokan Kingdom Fungi

great fungi red

Metode terkini yang digunakan untuk pengelompokan makhluk hidup di bumi adalah menganalisis hubungan kekerabatan di antara makhluk hidup. Kebanyakan dari analisis filogeni berdasar pada gen yang mengkode produksi dari RNA ribosom karena ribosom merupakan komponen esensial yang ada pada makhluk hidup. Analisis filogeni makhluk hidup menggunakan gen yang mengkode 16S rRNA (pada prokariota) sama dengan 18S rRNA (pada eukariota). Small subunit rDNA tersebut mengandung informasi yang cukup untuk membedakan berbagai organisme menurut spektrum filogenetik (Madigan, 2012)

Analisis rantai DNA ribosom menunjukkan bahwa terdapat tiga domain (kelompok besar) organisme yaitu bacteria, Archaea dan Eucarya. Ketiga domain tersebut memiliki perbedaan struktur selular dan fisiologi. Pada level dibawah domain belum bisa ditentukan taksonomi dari organismenya. Argumentasi lama menurut Whittaker 1969 menunjukkan tumbuhan, hewan dan fungi berada pada kingdom yang terpisah. Dengan demikian, sebuah anggapan dapat dibuat yaitu eucaryot uniseluler (seperti amoeba, slime molds, flagelata, dan sebagainya) seharusnya adalah setara dengan kingdom. Bagaimanapun, organisme tingkat rendah ini masih sangat minim dalam pengkajiannya sehingga dikumpulkan dalam kelompok Protista. Meskipun demikian, tidak ada hubungan yang memiliki banyak keseragaman di antara anggota Protista. Masing-masing kelompok memiliki ciri-ciri yang khas.

Fungi, animalia dan plantae adalah kelompok organisme multiseluler yang terletak pada puncak pohon filogenetik sudah terpisah menjadi kelompok sendiri. Pengkajian tentang ketika kingdom ini sudah lebih banyak dibandingkan anggota organisme Protista.

Berdasarkan pengkajian evolusioner tentang kingdom fungi ditemukan bahwa fosil fungi yang tertua ditemukan pada era Ordovician (460-455 juta tahun lalu) serta diketahui bahwa Chytridiomycota adalah jenis jamur yang tertua. Sebuah fosil fungi lain ditemukan bersimbiosis dengan tumbuhan darat. Fosil ini mendatangkan miskonsepsi tentang fungi lebih dekat hubungan kekerabatannya dengan tumbuhan. Pada masa selanjutnya diketahui bahwa tidak cukup bukti dari hubungan kekerabatan tumbuhan dan fungi. Sebaliknya nenek moyang dari fungi dan animalia itu diduga sama yaitu protozoa yang disebut choanoflagellates. Jalur percabangan dari choanoflagellates digambarkan sebagai nenek moyang bagi animalia (porifera) dan fungi (chytrids) (Deacon, 2005).

Makhluk hidup yang dikelompokkan menjadi fungi memiliki ciri khusus yang membedakann dengan makhluk hidup yang lain. Ciri-ciri kingdom fungi dapat memberikan gambaran utuh mengenai ruang lingkup makhluk hidup yang digolongkan menjadi fungi.

Seluruh fungi adalah eukariotik yang memiliki membran inti yang mengandung kromosom. Di luar inti terdapat sitoplasma yang mengandung organel yang mirip dengan sel eukariotik lainnya berupa mitokondria, vakuola, dan sebagainya (Deacon, 2005).

Fungi tumbuh sebagai struktur yang menyerupai filament/benang yang disebut hyphae (tunggal: hypha). Ujung hypha terus tumbuh ke segala arah untuk menjadi struktur penyusun fungi. Hypha dapat bercabang membentuk pertumbuhan cabang menjadi jalinan yang kompak disebut mycelium. Di samping itu, masih dijumpai adanya fungi bersel satu berupa yeast (ragi). Suatu saat, fungi uniseluler tersebut dapat berubah bentuk hidupnya menjadi fungi berhypha apabila menemukan lingkungan yang sesuai (Solomon, et al., 2008; Tortora, et al, 2010; Campbell, 2009; Brock, 2013; Deacon, 2005; Webster, 2007).

Download Soal Detik detik Ujian Nasional Biologi SMA

Biologi Sejati bekerja sama dengan divisi pemasaran Detik-Detik Ujian Nasional untuk mereview produk buku terbarunya, yaitu Detik detik UN 2014 khususnya buku Detik Biologi SMP dan SMA. Oleh karena itu kali ini Biologi Sejati akan mereview soal-soal dari Detik-detik UN Biologi SMA tahun lalu.

Harapannya sobat Biologi Sejati dapat mendapatkan gambaran tentang kualitas soal buku best seller tersebut. Baiklah berikut beberapa contoh soal serta pembahasan soal detik-detik UN Biologi SMA tahun lalu. Anda juga bisa mengunduh sampel soalnya pada link download di bawah posting ini. Jangan lupa beli untuk membeli bukunya.

26. Asam piruvat merupakan hasil akhir dari proses
glikolisis. Asam piruvat sebelum masuk ke dalam
siklus Krebs diubah terlebih dahulu menjadi . . . .
A. Co-enzim A
B. asetil Co-A
C. asam sitrat
D. asam a-ketoglutarat
E. asam fumarat

27. Tahap-tahap dalam siklus Calvin sebagai berikut.
1) Terjadi pengubahan NADPH2 menjadi NADP+.

2) Fiksasi CO2 oleh RuBP.

3) Terjadi pembentukan ADP.

4) Terbentuk glukosa.

5) Terbentuk PGA.

Urutan tahap siklus Calvin yang benar adalah
A. 1) — 3) — 2) — 5) — 4)
B. 1) — 4) — 2) — 3) — 5)
C. 2) — 5) — 3) — 1) — 4)
D. 3) — 1) — 5) — 4) — 2)
E. 4) — 5) — 1) — 3) — 2)

28. Tetes tebu difermentasikan dalam ruangan tertutup dengan bantuan Saccharomyces sp. Setelah beberapa hari, akan dihasilkan . . . .
A. alkohol dan asam laktat
B. alkohol dan CO2
C. asam laktat dan air
D. asam laktat dan asam cuka
E. asam cuka dan 02

29. Molekul berikut yang tidak ditemukan dalam RNA adalah….
A. sitosin
B. deoksiribosa
C. urasil
D. gugus fosfat
E. adenin

Soal selengkapnya dapat didownload pada tautan berikut:

Download sample soal Biologi

For your information, kontak Detik-detik UN bisa diakses pada Facebook: Detik UN 2014  dan Twitter: @DetikUN2014 

Buku Detik-detik UN SMA IPA tahun 2014 sudah dapat dipesan pada halaman berikut.

pesan-sekarang-detik-detik-UN-300x75