Tag Archives: Ekosistem

Cacing Tanah: Manfaat

Produk yang dihasilkan dari budi daya cacing tanah adalah biomas atau cacing itu sendiri dan kascing. Kascing atau bekas cacing merupakan koyoran cacing tanah sisa mencerna bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk penyubur tanah. Kemampuan cacing tanah mengurai bahan organik 3-5 kali lebih cepat dibandingkan proses pembusukan secara alami. Tanpa cacing tanah, sampah baru bisa membusuk dalam waktu kurang lebih dua bulan sedangkan jika menggunakan cacing tanah, dalam waktu dua minggu sampah sudah diurai. Continue reading

Advertisements

Saling Ketergantungan dalam Ekosistem

A. Ekosistem

Ekosistem merupakan interaksi atau hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya membentuk system.

1. Satuan-satuan Ekosistem

Satuan makhluk hidup dalam satu ekosistem adalah individu, populasi, komunitas, ekosistem, dan biosfer dengan sumber energi utama dalam ekosistem adalah matahari.

2. Komponen Penyusun Ekosistem

Komponen ekosistem terdiri dari:

–¬† Komponen biotik yang meliputi: produsen, konsumen, dan pengurai

– Komponen abiotik meliputi: cahaya matahari, air, tanah, udara, suhu dan kelembaban

3. Saling Ketergantungan (Interdependensi)

Saling ketergantungan antara komponen penyusun ekosistem disebut interdependensi. Interdependensi dapat terjadi:

– Antar komponen penyusun ekosistem, yaitu; interpedensi antarkomponen biotic dan abiotik; interpendensi antarkomponen biotic.

– Antara produsen, konsumen dan decomposer, yaitu: rantai makanan, jaring-jaring makanan dan piramida makanan.

Hubungan interaksi antar makhluk hidup tersebut ada beberapa bentuk, yaitu:

  1. Simbiosis, yaitu: hidup bersama antara dua makhluk hidup yang berbeda jenis. Terdiri dari: simbiosis mutualisme, parasitisme dan komensalisme.
  2. Antibiosis, yaitu: interaksi antarmakhluk hidup, salah satu makhluk hidup mengeluarkan zat antibiotic yang dapat menghambat perkembangan makhlu  hidup yang lain.
  3. Predatorisme adalah hubungan antara makhluk hidup pemangsa dengan yang dimangsa.
  4. Kompetisi adalah hubungan saling bersaing antarmakhluk hidup dalam mendapatkan makanan

Keseimbangan Ekosistem

Keseimbangan ekosistem dapat dijaga dengan adanya kemampuan ekosistem untuk menahan berbagai perubahan lingkungan secara keseluruhan (homeostatis)

B. Keanekaragaman Hayati dan Pelestarian Ekosistem

Keanekaragaman pada makhluk hidup (keanekaragaman hayati) terjadi karena adanya perbadaan faktor genetic dan faktor lingkungan di sekitarnya.

1. Tingkat Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati terdiri dari tiga tingkat, yaitu: tingkat gen, tingkat jenis dan tingkat ekosistem

Continue reading