Category Archives: Fisiologi

Berisi materi tentang proses faal tubuh manusia

Sistem Kekebalan Tubuh Manusia

az-zumar-kekebalan-tubuh
Sebagai makhluk ciptaan Alloh, kita senantiasa diurus-Nya, baik dalam urusan rezeki, hidayah, juga kondisi tubuh kita. Tubuh kita ini diciptakan oleh-Nya dengan desain dan teknologi ragawi yang luar biasa dahsyat. Perkembangan ilmu kedokteran yang maju sekalipun, baru sedikit bisa mengungkap kemahadahsyatan Penciptaan Alloh dalam setiap jengkal jejaring sistem tubuh kita. Tak terkecuali dalam sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam menjaga kesehatan dari faktor-faktor yang berpotensi mengganggu keseimbangannya.
Sistem kekebalan pada manusia terdiri atas organ limfatik (timus, limpa, tonsil, kelenjar limfe), limfosit, dan cairan limfe, dan kumpulan limfosit dan sel-sel plasma yang tersebar di seluruh jaringan penyambung tetapi paling menyolok pada pembatas saluran pencernaan dan pernafasan (Junqueira Luis C. & Carneiro Jose, 1980: 287). Sistem kekebalan pada manusia melibatkan kerja beberapa organ, seperti pembuluh getah bening, kelenjar getah bening, amandel (tonsil), sumsum tulang, limpa, hati, paru-paru, usus, dan nodus limfa. Pembuluh getah bening mengandung cairan kental yang didalamnya terlarut sel-sel darah putih seperti limfosit. Pembuluh getah bening masuk ke setiap organ tubuh, kecuali otak, sehingga limfosit dapat diambil, diangkut, dan disebarkan ke bagian yang memerlukannya.

 

 Organ-organ sistem kekebalan dihubungkan antara yang satu dengan yang
lain oleh jaringan pembuluh limfa sehingga disebut sistem limfatik.
Struktur sistem limfatik terdiri atas nodus limfa dan pembuluh limfa
yang mirip dengan pembuluh darah. Sel kekebalan dan benda asing diangkut
oleh cairan getah melalui pembuluh ini. Pada nodus limfa terdapat
tempat penghancuran antigen.

Sistem Kekebalan (Imunitas)
Manusia
dan hewan Vertebrata lainnya memiliki sistem pertahanan tubuh yang
berperan untuk melindungi dirinya dari serangan agen-agen penyebab
penyakit. Sistem pertahanan tersebut dapat dibedakan menjadi 2 macam
yaitu:

1.    Pertahanan nonspesifik yang memiliki sifat alami
(innate) artinya sudah ada sejak organisme itu lahir dan berlaku bagi semua agen infeksi.

2.    Pertahanan spesifik atau disebut jugapertahanan perolehan (acquired) karena pertahanan ini diperoleh setelah adanya rangsangan oleh benda asing (agen infeksi). Pertahanan spesifik merupakan tanggungjawab dari klone-klone sel limfosit B yang masing-masing spesifik terhadap antigen. Adanya interaksi antara antigen dengan klone limfosit B akan merangsang sel tersebut untuk berdiferensiasi dan berproliferasi sehingga didapatkan sel yang mempunyai ekspresi klonal untuk menghasilkan antibodi.

Ilmu yang mempelajari sistem kekebalan tubuh (imunitas) disebut Imunologi.

Antigen

Antiigen adalah semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh (menginfeksi) suatu organism. Sebagai contoh antigen adalah: protein asing, virus, Protozoa, bakteri, jamur, cacing, dsb. Perlu dibedakan antara antigen dengan imunogen karena tidak semua antigen dapat bersifat imunogen. Imunogen adalah semua benda asing apabila berada dalam tubuh organisme akan merangsang timbulnya respon imun (reaksi kekebalan). Setiap imunogen memiliki bagian yang karakteristik yang merupakan penentu antigen atau yang disebut antigen determinant (epitope). Antigen determinan merupakan molekul glikoprotein yang menempel pada membran sel dan berperan sebagai penentu terbentuknya molekul imunoglobulin (antibodi).


Antibodi
Antibodi adalah protein yang dapat ditemukan pada plasma darah dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisir benda asing seperti bakteri dan virus. Mereka terbuat dari sedikit struktur dasar yang disebut rantai. Tiap antibodi memiliki dua rantai berat besar dan dua rantai ringan. Antibodi diproduksi oleh tipe sel darah yang disebut sel limfosit B. Terdapat beberapa tipe antibody yang berbeda dari rantai berat antibodi, dan beberapa tipe antibodi yang berbeda, yang dimasukan kedalam isotype yang berbeda berdasarkan pada tiap rantai berat mereka masuki. Lima isotype antibodi yang berbeda diketahui berada pada tubuh mamalia, yang memainkan peran yang berbeda dan menolong mengarahkan respon imun yang tepat untuk tiap tipe benda asing yang berbeda yang ditemui.

Antibodi (immunoglobulin) adalah molekul glikoprotein yang tersusun atas asam amino dan karbohidrat. Secara sederhana molekul Immunoglobulin dapat digambarkan menyerupai huruf Y dengan engsel (hinge). Molekul immunoglobulin dapat dipecah oleh enzim papain atau pepsin (protease) menjadi 2 bagian yakni Fab (fragment antigen binding) yaitu bagian yang menentukan spesifitas antibodi karena berfungsi untuk mengikat antigen, dan Fc (fragment crystalizable) yang menentukan aktivitas biologisnya dan yang akan berikatan dengan komplemen, sebagai contoh immunoglobulin G mempunyai kemampuan menembus membran plasenta.

Molekul immunoglobulin berdasarkan ukuran molekulnya dapat dibedakan menjadi 5 kelas yakni kelas immunoglobulin G, A, M, D, dan E, dan masing-masing kelas masih dapat dibedakan menjadi subkelas-subkelas. Tiap kelas Ig memiliki karakteristik tersendiri misalnya berat molekul, komposisi asam amino, dan strukturnya.


Antibodi

Sejak lama telah dikenal teknik pembuatan antibodi secara konvensional yaitu dengan memasukan antigen ke tubuh hewan percobaan seperti; tikus, mencit, kelinci, kuda. Antigen akan merangsang pembentukan antibodi yang sering dikenal dengan istilah vaksinasi (immunisasi). Antibodi yang dihasilkan secara konvesional mempunyai sifat poliklonal yakni mempunyai beberapa sifat yang disebabkan antigen (vaksin) yang digunakan belum dimurnikan, sehingga kurang spesifik untuk tujuan tertentu seperti riset dan terapi. Dengan berkembangnya teknologi dan pengetahuan tentang molekul immunoglobulin, maka kini dikenal teknik hibridoma yaitu teknik untuk menggabungkan dua macam sel eukariot untuk tujuan menghasilkan antibodi monoklonal dalam jumlah banyak dan tidak terbatas oleh waktu.

Kelenjar Pencernaan pada Manusia

QS 7: 31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid[534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Makan adalah keniscayaan makhluk hidup yang membutuhkan nutrisi untuk memeroleh energi. Proses memeroleh nutrisi ini melalui aktivitas konsumsi dengan bantuan organ pencernaan dan kelenjar pencernaan. Semuanya tersistem ddengan baik dalam sistem pencernaan (digestif).
 
Kelenjar pencernaan adalah organ tubuh yang membantu mekanisme pencernaan secara tidak langsung. Kelenjar menghasilkan (mensekresikan) enzim dan hormon pencernaan. Kelenjar pencernaan pada manusia dibagi menjadi organ-organ berikut:
 
Kelenjar ludah (Saliva)


Kelenjar ludah (glandula saliva) berdasarkan letak dan ukurannya dapat dibedakan menjadi 3 pasang, yaitu dari ukuran yang terbesar ke yang terkecil adalah:
1.    Kelenjar parotid yang terletak di depan telinga dan muaranya pada sebelah atas gusi.
2.    Kelenjar mandibularis (submaksilaris) yang terletak di dekat mandibula (rahang bawah) dan muaranya di bawah lidah.
3.    Kelenjar sublingualis yang terletak di dasar mulut dan muaranya di bawah lidah.
Kelenjar ludah berperan menghasilkan air ludah. Air ludah tersusun atas cairan encer (serous) dan lendir. Air ludah mengandung enzim amilase atau disebut juga ptyalin. Amilase berperan mengubah pati (amilum) menjadi sakarida sederhana. Pengaturan pengeluaran air ludah melibatkan 2 macam saraf yaitu:
1.    Saraf parasimpatik merangsang pengeluaran air liur oleh kelenjar ludah.
2.    Saraf simpatik menghambat pengeluaran air liur oleh kelenjar ludah.

Disamping kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di seluruh rongga mulut, terdapat 3 pasang kelenjar saliva yang besar; kelenjar parotis, submandibularis (submaxilaris), dan sublingualis.

Kelenjar saliva tersusun atas unit-unit morfologik dan fungsional yang dinamakan adenomer. Suatu adenomer memiliki bagian sekretoris yang terdiri atas sel-sel glandularis. Dekat basis sel sekretoris dan duktus interkalaris terdapat sel-sel otot polos yang disebut mioepitel. Kelenjar saliva yang besar tidak semata-mata kelompokan adenomer tetapi mengandung unsur-unsur lain seperti jaringan penyambung, pembuluh darah dan limfe, dan saraf-saraf. Saluran yang terdapat dalam lobulus dinamakan duktus intralobularis-bergabung menjadi duktus ekstralobularis.

Fungsi kelejar saliva adalah membasahi dan melumasi rongga mulut dan isinya, memulai pencernaan makanan, menyelenggarakan eksresi zat-zat tertentu seperti urea dan tiosianat, dan mereabsorpsi natrium dan mengeksresi kalium.

Fungsi utama pankreas adalah menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang bekerja dalam usus halus dan mengeksresi hormone insulin dan glukagon ke dalam aliran darah.

Hati menghasilkan empedu suatu cairan penting dalam pencernaan lemak; memegang peranan penting pada metabolisme lipid; karbohidrat, dan protein’ menginaktifkan dan memetabolisme banyak zat-zat tostik dan obat-obatan; dan peranan dalam metabolisme besi dan sintesis protein-protein darah dan faktor-faktor yang dibutuhkan untuk koagulasi darah. Kandung empedu mengabsorpsi air dari empedu dan menyimpan empedu dalam bantuk pekat.
Struktur kelenjar submandibularis (submaxilaris). Pada bagian sekretoris, asini terdiri atas sel-sel piramid rosa dan mukosa dan tubulus-tubulus dari sel-sel mukosa. Pada sel-sel surosa, inti eukromatik dan bulat, dan pada basal sel terdapat penimbunan reticulum endoplasma granular (ergastoplasma). Apkes sel terisi oleh granula sekresi prot ceous. Inti sel-sel mukosa gepeng dengan kromatin yang dapat padat terletak dekat basal sel; mereka tidak mempunyai ergoplasama, dan mempunyai granula-granula sekresi yang nyata. Duktus interkalaris pendek dan dibatasi oleh epitel kubis. Sel ini bercorak terdiri atas sel-sel toraks dengan sifat sel yang mentransfer ion, seperti invaginasi membran basalis dan penimbunan mitokondria.

1. Kelenjar Parotis
    Kelenjar parotis merupakan kelenjar asinosa bercabang, bagian sekretorisnya terdiri atas sel-sel seromukosa. Granula-granula sekresinya kaya akan protein dan memiliki akitivitas amylase.

2. Kelenjar Submandibularis (Submaxilaris)
    Kelenjar submandibularis merupakan kelenjar tubuloasiner bercabang. Bagian sekretorisnya tersusun atas sel-sel mukosa dan seromukosa. Sel-sel seromukosa mengandung granula-granula sekresi protein dengan aktivitas amilotik lemah. Sel-sel pada kelenjar submandibularis dan sublingualis mengandung dan mengsekresi enzim lisosim, yang aktivitas utamanya adalah menghancurkan dinding bakteri.

3. Kelenjar Sublingualis
    Kelenjar sublingualis merupakan kelenjar tubulo-asiner bercabang.

Histofisiologi kelenjar saliva
Fungsi saliva adalah membasahi dan melumasi makanan dilakukan oleh air dan glikoprotein. Saliva pada manusia terdiri atas sekresi kelenjar parotis (25%),  submandibularis (70%), dan sublingualis (5%). Amilase saliva berperan dalam pencernaan amilum (karbohidrat). Pencernaan ini mulai dalam mulut, tetapi juga berlangsung dalam lambung sebelum getah lambung mengasamkan makanan, dengan demikian sangat mengurangi aktivitas amilase.
Sekresi saliva diregulasi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis, keduanya mempunyai ujung-ujung saraf dalam kelenjar-kelenjar tersebut. Simpatis menghambat parasimpatis memacu.

Pankreas
Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin terdiri atas pulau Langerhans, dan bagian eksokrin terdiri atas kelenjar asiner, maka disebut bagian asini pankreas.

Sel asiner pankreas merupakan sel serosa, dan memilki sifat memsintesis protein. Setelah disintesis dalam bagian basal sel, maka proenzim selajutnya meninggalkan retikulum endoplasma kasar dan masuk apparatus Golgi. Proenzim-proenzim tersebut dikumpulkan dalam vesikel-vesikel sekresi yang disebut sebagai granula prozimogen. Granula sekresi yang matang (granula zimogen), melekat pada membran dan terkumpul pada bagian apical (ujung) sel. Bagian eksokrin pankreas manusia mensekresikan:
1.    air
2.    ion-ion: bikarbonat.
3.    enzim: karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, dan amilase.
4.    proenzim sebagai berikut: tripsinogen, kimotripsinogen.
Regulasi sekresi asini pankreas diatur oleh 2 hormon – sekretin dan kolesistokinin (dahulu dinamakan pankreoenzim) – yang dihasilkan oleh mukosa duodenum. Perangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis) juga akan meningkatkan sekresi pankreas.

1.    Sekretin bersifat merangsang sekresi cairan, sedikit protein (enzim) dan kaya akan bikarbonat. Fungsinya terutama mempermudah transport air dan ion. Hasil sekresi ini berperanan untuk menetralkan kimus yang asam (makanan yang baru dicernakan sebagian) sehingga enzim-enzim pancreas dapat dapat berfungsi pada batas pH netral optimalnya.
2.    Kolesistokinin (CCK) merangsang sekresi cairan (sedikit), banyak protein dan enzim. Hormon ini bekerja terutama dalam proses pengeluaran granula-granula zimogen. Kerja gabungan ke dua enzim tersebut menghasilkan sekresi getah pankreas yang kaya akan enzim.

Hati (Hepar)
    Hati merupakan organ terbesar dari tubuh, setelah kulit, terletak dalam rongga abdomen di bawah diafragma. Sebagian besarnya darahnya (sekitar 70%) berasal dari vena porta. Melalui vena porta, semua zat yang diabsorpsi melalui usus mencapai hati kecuali asam lemak, yang ditranspor melalui pembuluh limfe.

image
Lobulus Hati
Hati tersusun atas sel-sel hati yang disebut hepatosit. Sel-sel epitel ini berkelompok dan saling berhubungan dalam susunan radier (menjari) membentuk suatu  bangunan yang disebut lobulus hati. Pada hewan tertentu (misalnya babi), lobulus satu dengan lainnya dipisahkan oleh lapisan jaringan penyambung.
Celah portal, terdapat pada sudut-sudut polygon hati (lobulus hati) dan diduduki oleh segitiga portal (trigonum portal). Segitiga porta hati manusia mengandung venula (cabang dari vena portal); dan arteriol (cabang dari arteria hepatica); duktus biliaris (bagian dari sistem saluran empedu); dan pembuluh-pembuluh limfe.
Sinusoid kapiler memisahkan sel-sel hati. Sinusoid merupakan pembuluh yang melebar tidak teratur dan hanya terdiri atas satu lapisan sel-sel endotel yang tidak utuh (kontinyu). Sinusoid mempunyai pembatas yang tidak sempurna dan memungkinkan pengaliran makromolekul dengan mudah dari lumen ke sel-sel hati dan sebaliknya. Sinusoid berasal dari pinggir lobulus, diisi oleh venula-venula dalam, cabang-cabang terminal vena porta, dan arteriola hepatica, dan mereka berjalan ke arah pusat, di mana mereka bermuara ke dalam vena centralis. Pada sinusoid juga mengandung sel-sel fagosit yang dikenal sebagai sel Kupffer.
Kanalikuli empedu dapat diantara sel-sel hati. Sel-sel endotel dipisahkan dari hepatosit yang berdekatan oleh celah subendotel yang dikenal sebagai celah Disse, yang sebenarnya merupakan kolagen dan lamina basalis bebas.

Manfaat Gerakan Shalat Bagi Kesehatan

QS Al Ankabut: 45.
 
ٱتۡلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيۡكَ مِنَ ٱلۡكِتَـٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ‌ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ‌ۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَڪۡبَرُ‌ۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ (٤٥)
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Sholat merupakan ibadah mahdah utama yang  sangat penting dalam ajaran Islam. Bahkan ibdah ini menjadi parameter kesuksesan seorang muslim di akhirat kelak. Apabila sholatnya baik, baiklah semua amalnya dan sebaliknya. Namun, keluarbiasaan ibadah sholat tidak hanya sebatas pahala di akhirat saja, tetapi  gerakan sholat memiliki peranan yang sangat baik dalam dunia kesehatan. Bahkan dalam sudut medis sholat merupakan obat dari semua jenis penyakit.
Sungguh Allah Sang Maha Tahu apa yang dibutuhkan dari ciptaannya, khususnya manusia. Semua perintah-Nya tidak hanya bernilai ketakwaan, tetapi benar-benar mempunyai manfaat yang tidak diragukan lagi. Puasa menjadi salah satu contoh lain yang memiliki manfaat pada tubuh.
Dalam sholat terdapat berbagai macam gerakan yang masing-masing sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Takbiratul Ihram
Berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar telinga, lalu melipatnya di depan perut atau bagian dada bagian bawah memiliki manfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfa dan kekuatan otot lengan. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar. Kedua tangan yang melipat pada perut menghindarkan dari berbagai gangguan persendiaan, khususnya pada tubuh bagian atas
Ruku’
Meletakkan kedua telapak tangan diatas kedua lutut sehingga belakang atau punggung dan kepala terletak dalam satu garis lurus. Gerakan ini harus benar diperhatikan dan dilakukan secara kusyu’ yang akan menyebabkan kondidi tulang baik, ruas tulang belakang tetap lembut, lentur serta melekat ruas – ruas yang palsu yang telah terjadi sehingga wanita akan mempermudah proses melahirkan. Otot kerudung, Otot belah ketupat dapat berkontraksi sama rata jauh dari penyakit keluarnya zat telur didalam air kemih.
I’tidal
Bangun dari ruku’, tubuh kembali tegak setelahnya, mengangkat kedua tangan setinggi telinga. I’tidal adalah variasi postur setelah ruku’ dan sebelum sujud. Pada posisi ini organ-organ pencernaan di dalam perut mengalami pemijatan dan pelonggaran secara bergantian. Efeknya pencernaan menjadi lancar
Sujud
Jari-jari kedua tangan dan kaki serta kedua lutut dan dahi menempel pada lantai sehingga peredaran darah dan limfa menjadi lancar dalam anggota badan, membantu pekerjaan jantung dan menghindari mengerutnya dinding pembuluh darah. Menghasilkan energi panas dalam pencernaan yang diperlukan tubuh, melancarka aliran darah. Sikap sujud menjadikan otot lebih besar dan kuat sehingga rongga dada bertambah besar, paru-paru berkembang baik dan dapat menghisap udara bersih masuk. Hal yang tidak kalah luar biasa adalah aliran darah yang mengalir ke otak sangat baik
Duduk Tahiyat
Ada dua macam yaitu tahhiyat awal dan tahhiyat akhir. Perbedaan terletak pada posisi telapak kaki. Posisi ini menghindarkan nyeri pada pangkal paha yang sering menyebabkan penderitanya tak mampu berjalan. Duduk tahhiyat akhir sangat baik bagi pria sebab tumit menekan aliran kandung kemih, kelenjar kelamin pria atau prostat dan saluran vas deferens. Variasi posisi telapak kaki menyebabkan seluruh oto tungkai turut meregang dan kemudian relaks kembali
Salam
Gerakan kepala yang diputar kekanan dan kekiri secara maksimal, mampu merelaksasikan otot sekita leher dan kepala yang akan menyempurnakan aliran darah di kepala.
Nah itu semua adalah manfaat dari sisi fisik dan fisiologis, ternyata sholat juga dapat menenangkan hati, mengangkat derajad, dan momen sedekat-dekatya Alloh ta’ala. Udah sholat, Bro? Sis?
Sumber: hxxp://gi-healthy.blogspot.com

Inspirasi kata “Luka” dari Ali Imran: 140

in yamsaskum qarhun faqad massa alqawma qarhun mitsluhu watilka al-ayyaamu nudaawiluhaa bayna alnnaasi waliya’lama allaahu alladziina aamanuu wayattakhidza minkum syuhadaa-a waallaahu laa yuhibbu alzhzhaalimiina

Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada’231. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim, [3:140]

Al Quran memang selalu dapat menjadi inspirasi di setiap keadaan dan suasana. Suasana ilmiah atau santai, Al Quran terus memberikan inspirasi: di setiap kalimatnya, hurufnya, bahkan terjemahannya. Pagi ini Biologi Sejati mendapat inspirasi setelah membaca QS Ali Imran ayat 140 tentang luka (dalam konteks ayat ini adalah kekalahan peperangan) pada perang Badar dan Uhud.

Well, posting ini buksn untuk menafsorkan ayat tersebut karena memeang belum mahfumnya penulis tentang tafsir Al Quran. CUkup berittiba’ saja pada ulama dan salafussalih. Hanya saja, ada satu kata yang ingin saya kupas lebih lanjut dan tentu saja berhubungan dengan dunia biologi medis, yaitu kata “luka dan proses fisiologis pembekuan darah ketika luka”.

Trombosit dan Pembekuan Darah

Proses pembekuan darah ketika luka sudah pernah dibahas pada tulisan lalu  , tetapi kali ini Biologi Sejati bermaksud memposting update teori penutupan luka berdasarkan buku “Introduction to Human Physiology (Pengantar Fisiologi Manusia) karya Green, J.H.

Teori klasik mengenai penutupan luka/ pembekuan darah (Morawitz, 1904) menyatakan bahwa pembekuan darah terjadi dalam tiga tahap.

Tahap 1: Pembentukan tromboplastin (trombokinase)

Tahap 2. Perubahan protrombin menjadi trombin oleh tromboplastin dengan adanya Ca ++.

Tahap 3. Perubahan fibrinogen oleh trombin menjadi fibrin.

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa pembentukan tromboplastin dari pemecahan trombosit dan kerusakan jaringan merupakan proses yang rumit, melibatkan berbagai “faktor” tambahan.

Penggumpalan trombosit, yang mendahului pecahnya, dipermudah oleh Faktor XI (Anteseden Tromboplastin Plasma, ‘PTA’) dan Faktor XII (Faktor Hageman). Pecahnya trombosit menghasilkan faktor trombosit dengan bantuan Faktor VIII CGlobulin Anti-hemofilik, ‘AHG’) dan Faktor IX (Faktor Christmas atau komponen Tromboplastin Plasma, PTC).

AHG merupakan zat yang tidak ada pada hemofilia. Faktor Christmas dinamakan berdasarkan nama penderita yang pertama kali di mukan menderita defisiensi faktor tersebut. Tid adanya faktor Christmas, juga menyebabk penyakit perdarahan. Faktor trombosit, deng bantuan Faktor V (faktor labil atau Globu Akselerator,’ AcG’) dan Faktor X (Faktor Stuart Prower) membentuk tromboplastin (tromboplastin darah). Sistem ini dikenal sebagai sistem intrinsik.

Jenis tromboplastin yang lain, dikenal sebagai tromboplastin jaringan (protrombinase), dibentuk bila terjadi kerusakan jaringan. Sistem eks trinsik ini membutuhkan Faktor V dan X, serta satu faktor lain, Faktor VII (faktor mantap atau Akselerator Pengubahan Protrombin Serum ‘SPCA’), tetapi tidak membutuhkan Faktor- Faktor VIII, IX, XI dan XII.

Faktor XIII (faktor pemantap fibrin) dibutuhkan pada kedua sistem tersebut untuk membentuk ikatan-silang saat fibrinogen diubah menjadi fibrin.

Bila darah disimpan pada suhu 4°C, Fak VTH (globulin antihemofilik) rusak. Untuk memperoleh Faktor VIII, plasma segar dibekukan pada -20°C lalu dicairkan pada suhu 4°C. Fak VIII tidak larut kembali dan dapat dipisahl dengan pusingan.

Faktor-faktor yang berkaitan dengan pt bekuan darah terdapat pada daftar berikut.

Faktor I     Fibrinogen

Faktor II    Protrombin

Faktor III   Tromboplastin jaringan

Faktor IV    Ion Kalsium

Faktor V Faktor labil (AcG)

Tidak terdapat Faktor VI

Faktor VII Faktor stabil (SPCA)

Faktor VIII Globulin antihemofilik (AHG)

Faktor IX Faktor Christmas (PTC)

Faktor X Faktor Stuart-Prower

Faktor XI Anteseden tromboplastin plasma (PTA)

Faktor XII Faktor Hageman Faktor

Faktor XIII pemantap fibrin

Pembekuan Darah (Koagulasi)

Darah membeku atau mengalami koagulasi bila protein plasma fibrinogen, yang dapat larut berubah menjadi fibrin yang tidak larut. Fibrin membentuk anyaman benang-benang panjang yang menangkap sel-sel darah. Benang-benang itu lengket sehingga bekuan melekat pada jaringan sekitar. Mula-mula bekuan tersebut lunak seperti jel. Berangsur-angsur bekuan menyusut dan mengeluarkan cairan yang disebut serum.

Bila terpapar pada udara luar, bekuan mengeras. Bekuan mulai menyusut kira-kira setelah 10 menit dan sempurna dalam 2 jam. Serum mempunyai susunan yang sama dengan plasma tanpa fibrinogen (serta Faktor V dan VIII).

Jelaslah bahwa pembekuan darah berkaitan dengan plasma. Plasma tanpa sel darah akan membeku. Sel-sel yang ada, kecuali trombosit, berperan pasif dan tidak penting pada pemben-tukan bekuan. Jangan merancukan istilah ‘pem­bekuan’ dengan ‘aglutinasi’ atau ‘penggumpalan’, yang terutama berkaitan dengan sel darah merah.

Fibrinogen terdapat dalam plasma dan fibri­nogen berubah menjadi fibrin hanya bila ter-bentuk trombin. [Trombin merupakan enzim pemecah protein (proteolitik) yang menguraikan molekul protein fibrinogen yang besar men­jadi unit-unit yang lebih kecil, yang kemudian mengalami polimerisasi menjadi fibrin]. Trombin tidak terdapat dalam bentuk trombin dalam plasma, tetapi berbentuk bahan prekursornya, protrombin, yang merupakan protein plasma. Perubahan protrombin menjadi trombin terjadi oleh adanya ion-ion kalsium dan tromboplastin (trombokinase).

Tromboplastin tidak terdapat dalam peredaran darah, hanya terbentuk bila trombosit pecah dan bila jaringan mengalami kerusakan.

Perjalanan Penemuan Proses Fotosintesis

 

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. (2)  Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan[, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (3)

(QS Ar Ra’du: 2-3)

proses fotosintesis

Gb. Bagan proses fotosintesis . Sumber: dari sini

Apabila saat udara terik pada siang hari, kamu berdiri di dekat pohon yang rindang apakah yang kamu rasakan? Kamu akan terasa sejuk, bukan? Mengapa hal itu bisa terjadi? Suasana sejuk itulah sebagai dampak dari proses fotosintesis pada tumbuhan. Dalam proses fotosintesis akan menghasilkan oksigen yang berguna bagi makhluk hidup. Akan tetapi apakah para ilmuwan langsung menemukan proses fotosintesis ini? Ternyata tidak. Penemuan fundamental ini bertahap dan berlangsung selama 100 tahun lebih

Fotosintesis dari Masa ke Masa

Pada awalnya, orang menganggap bahwa akar “memakan” tanah, seperti yang dikemukakan Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari dalam tanah, yang berasal dari hasil penguraian organisme yang telah mati.  Berikut ini adalah percobaan-percobaan yang mendasari penemuan fotosintesis

Pada abad ke-17 ketika Jan van Helmont, seorang dokter dan ahli kimia menyatakan bahwa pertumbuhan tumbuhan disebabkan adanya air dan bukan tanah.

Pada tahun 1772, Joseph Priestley, seorang ahli kimia dan pendeta, melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Priestley melakukan eksperimen bahwa jika di dalam tabung tertutup diletakkan tikus dan tumbuhan, tikus tetap hidup. Selanjutnya, kita mengetahui bahwa tumbuhan menggunakan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh hewan, dan hewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan.

Pada tahun 1779, Jan Ingenhousz, dokter kerajaan Austria, dengan percobaan menggunakan tanaman air Hydrilla verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut terkena cahaya, timbullah gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul di dasar tabung reaksi. Hal ini membuktikan bahwa pada proses fotosintesis menghasilkan oksigen.

Jean Senebier (1782), menyebutkan gas yang dibutuhkan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbon dioksida yang merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1482, Julius Robert Mayer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi kimia.

Julius Von Sachs (1860) membuktikan bahwa pada fotosintesis akan terbentuk karbohidrat (amilum). Frederick Blackman (1905) menunjukkan bahwa pada proses fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya. Robert Hill (1937) berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah dipisahkan dari sel hidup. Kloroplas tersebut jika disinari mampu menghasilkan oksigen.

Demikianlah perjalanan proses fotosintesis hingga hari ini. Perjalanan panjang para kaum intelektual untuk menjawab pertanyaan besar yang menggelisahkan mereka, sehingga terus berpikir dan bekerja agar dapat menjawabnya. Dengan menjawab pertanyaan tentang alam, semakin nyatalah kebesaran Tuhan, Alloh SWT.