Anak Ingusan, So What?

“Tahu apa kamu, dasar anak ingusan!”

Pernah mendengar kalimat seperti itu? Atau setidaknya pernah membaca di dalam novel atau cerpen? (Penulis tidak yakin jika kalimat seperti ini ditemukan di dalam buku pelajaran biologi, pasti setelah itu penerbit atau bukunya terkena kasus).

Anak ingusan adalah sebuah frasa bermakna seseorang yang polos, lugu, belum berpengalaman.” sehingga konotasinya menjadi tidak baik. Untung saja kita belajar Biologi. Karena dalam terminologi biologi, ingus adalah anugerah besar dari Pencipta.

Sumber gambar: deep-facts.blogspot.com

Ketika mempelajari sistem pernapasan pada manusia,  Anda  akan menemukan fakta bahwa ingus memiliki peranan penting dalam perlindungan tubuh dari mikrobia patogen yang berasal dari udara luar.

Sistem Pembersih dalam Paru-paru

Paru-paru memiliki sistem pembersih yang efektif. Sistem tersebut berupa sel Goblet yang menyekresikan lendir untuk memerangkap debu dan partikel dari udara yang masuk bersama udara pernapasan. Dalam waktu bersamaan, silia (rambut-rambut) menyapu lendir tersebut ke kerongkongan sehingga ikut tertelah menuju saluran pencernaan, atau menuju rongga hidung untuk dikeluarkan dalam bentuk lendir ingus.

Artinya, ingus justru membantu kita mengeluarkan partikel atau debu yang berpotensi membahayakan kesehatan organ pernapasan kita. Tidak hanya itu, meski sering dianggap sebagai kotoran, ingus ternyata juga memiliki peran yang cukup penting dalam pengenalan aroma dan bau-bauan. Hidung manusia memiliki kemampuan mengenali berbagai jenis bau-bauan dengan sangat baik karena bantuan lapisan cairan lengket ini.

Ingus memainkan fungsi penting menangkap molekul-molekul bau dan menghubungkan lebih dari 100 reseptor bau dalam rongga hidung manusia. Lendir tersebut akan menangkap partikel-partikel, seperti debu atau serbuk tanaman, kemudian melarutkannya.

Sebagian dari molekul-molekul yang ditangkapnya akan mengalir hingga ke ujung reseptor indera penciuman. Otak akan menerjemahkan informasi yang diterima indera penciuman lalu menerjemahkanya sebagai tingkatan kuat-lemahnya bau yang tercium.

 Jadi, anak ingusan? So What?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s