Tumbuhan pun Bergerak.

Imam Syafi’i pernah berpesan agar setiap umat Rasulullah SAW senantiasa mengisi waktunya dengan amalan salih. Beliau memberi analogi dengan air. Air yang bergerak, mengalir, itu suci dan secara fiqih boleh untuk berwudhu. Adapun air yang tergenang, diam, akan menjadi kotor dan menjadi sarang bibit penyakit. Begitu pula manusia. Manusia yang bergerak, aktif, dan produktif akan menebarkan manfaat. Tapi manusia yang statis, diam, dan berpangku tangan, lebih layak berada di neraka kesengsaraan  daripada surga kenikmatan. Surga adalah tempat bagi mereka yang bergerak dan memiliki motivasi.

Selaras dengan hukum keteraturan ini, tumbuhan pun bergerak. Meski dalam Biologi menyepakati bahwa klasifikasi Plantae adalah makhluk hidup yang tidak memiliki kemampuan berpindah tempat atau oleh  bergerak aktif.  Tapi genera ini hanya pelaziman saja. Sebab  gerak tumbuhan sedemikian lambatnya sehingga luput dari dunia “ketidaksabaran” antroposentris.  Sejatinya mereka bergerak, tidak diam  pasrah pada kecepatan dinamika bumi. Mereka bergerak, dan luar biasa.

Bunga_matahari_fototropisme

Ladang Matahari: Bunga-bunga matahari ini serempak menghadap pada sinar matahari. Gerak ini merupakan bentuk fototropisme positif. Sumber: www.nikenpurplist.blogspot.com

 

Gerak pada Tumbuhan

Gerakan pada tumbuhan sebenarnya merupakan suatu resapan terhadap rangsangan (stimulus) baik yang berasal dari dalam maupun dari luar individu tumbuhan. Jadi timbulnya gerak pada tumbuhan merupakan bukti adanya iritabilita.

Berdasarkan ada tidaknya rangsangan, gerak pada tumbuhan dibedakan sebagai berikut.

A. Gerak Endonom

Disebut juga gerak autonom , adalah gerak tumbuhan yang belum dapat dipastikan penyebabnya. Gerak ini diperkirakan karena rangsang yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan sendiri. Contoh gerak autonom sebagai berikut.

1. Gerakan sitoplasma dalam sel, misal pada daun Hydrilla verticilliata yang membentuk aliran siklus (melingkar). 

2. Gerak tumbuhan ketika tumbuh, misal tumbuhnya akar, batang, daun dan bunga.  

3. Gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh. 

B.Gerak Etionom
Gerak   etionom   merupakan   reaksi   gerak  tumbuhan   yang   disebabkan   oleh   adanya rangsangan   dari   luar.   Berdasarkan   hubungan  antara   arah   respon   gerakan   dengan   asal rangsangan,   gerak   etionom   dapat   dibedakan  menjadi   gerak   taksis,   tropisme,   dan   nasti. 

Jika yang bergerak hanya bagian dari tumbuhan  maka   disebut   gerak   tropisme.   Jika   yang  bergerak seluruh bagian tumbuhan maka disebut  gerak   taksis.   Jika   gerakan   itu   tidak  dipengaruhi   oleh   arah   datangnya   rangsangan  disebut gerak nasti.

1.Tropisme
Tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang  arah   geraknya   dipengaruhi   arah   datangnya rangsangan. Bagian yang bergerak itu misalnya cabang, daun, kuncup bunga atau sulur. Gerak tropisme   dapat   dibedakan   menjadi   tropisme positif   apabila   gerak   itu   menuju   sumber rangsang dan tropisme negatif apabila gerak itu menjauhi sumber rangsang. Ditinjau dari macam   sumber   rangsangannya,   tropisme   dapat dibedakan   lagi   menjadi   fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, kemotropisme, dan tigmotropisme.

a.Fototropisme
Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan  karena   rangsangan   cahaya.   Gerak   bagian tumbuhan   yang   menuju   kearah   cahaya   disebut  fototropisme   positif.   Misalnya   gerak   ujung  batang   tumbuhan   yang   membelok   ke arah datangnya cahaya.

fototropisme

Fototropisme.

b.Geotropisme
Geotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi bumi (geo = bumi). Jika   arah   geraknya   menuju   rangsang   disebut geotropisme   positif,   misalnya   gerakan   akar menuju   tanah.   Jika   arah   geraknya   menjauhi rangsang   disebut   geotropisme   negatif, misalnya gerak tumbuh batang menjauhi tanah.

geotropisme_fototropisme

c.Hidrotropisme
Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena   rangsangan   air   (hidro   =   air).   Jika gerakan   itu   mendekati   air   maka   disebut hidrotropisme positif. Misalnya, akar tanaman tumbuh   bergerak   menuju   tempat   yang   banyak airnya di tanah. Jika tanaman tumbuh menjauhi air   disebut   hidrotropisme   negatif.   Misal, gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh ke atas air.

kaktus_hidrotropisme

Akar kaktus di gurun tumbuh hingga berkilo-kilometer untuk mencari sumber air.  Sumber: www.pramukamahidayatullah.blogspot.com

d.Kemotropisme
Kemotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena rangsangan zat kimia. Jika gerakannya mendekati   zat   kimia   tertentu   disebut kemotropisme   positif.   Misalnya,   gerak   akar menuju   zat   di dalam   tanah.   Jika   gerakannya menjauhi   zat   kimia   tertentu   disebut kemotropisme   negatif,   contohnya   gerak   akar menjauhi racun.

Mangrove_kemotropisme

Akar tanaman mangrove Avicenia memiliki cabang akar yang tumbuh ke atas untuk memperoleh oksigen. Hal ini disebabkan Avicenia tumbuh di lahan yang miskin oksigen.        Sumber: www.yuvor-palm.blogspot.com

e.  Tigmotropisme
Gerak   bagian   tumbuhan   karena   adanya rangsangan   sentuhan   satu   sisi   atau persinggungan disebut tigmotropisme. Gerakan ini   tampak   jelas   pada   gerak   membelit   ujung batang ataupun ujung sulur dari Cucurbitaceae
dan Passiflora. Contoh tanaman yang bersulur adalah ercis, anggur, markisa, semangka, dan mentimun.

tigmotropi_sirih merah

Contoh gerak tigmotropisme adalah gerak sulur tanaman sirih yang melilit tongkat kayu.          Sumber:  www.idkf.bogor.net

2.Nasti
Nasti adalah gerak tumbuhan yang arahnya tidak   dipengaruhi   oleh   arah   datangnya rangsangan,   tetapi   ditentukan  oleh  tumbuhan itu sendiri.

a.Fotonasti
Fotonasti gerak nasty yang disebabkan oleh rangsangan   cahaya.   Misal,   gerakan   mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) di sore hari.

Bunga pukul empat_fotonasti

Gerak mekarnya bunga Mirabilis jalapa pada pukul empat sore.                  Sumber: www.blog.uad.ac.id

b.Niktinasi

niktinasti 

Contoh niktinasti: Daun Cassia corymbosa pada siang (kiri) dan malam hari (kanan)  sumber: www.id.wikipedia.com

Niktinasi (nyktos = malam) merupakan gerak nasti   yang   disebabkan   oleh   suasana   gelap, sehingga disebut juga gerak tidur. Misalnya, pada malam hari daun-daun tumbuhan  Leguminosae atau   polong-polongan   seperti   bunga   merak (Caesalpinia   pulcherrima)  dan   daun   kupu-kupu (Bauhinia purpurea) akan menutup dan akan membuka keesokan harinya ketika matahari terbit.

c.Tigmonasti atau Seismonasti
Tigmonasti   /   seismonasti   adalah   gerakan nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan atau   getaran.   Contoh   gerak   menutupnya   daun sikejut atau putri malu  (Mimosa   pudica), jika disentuh. Jika hanya satu anak daun dirangsang dengan sentuhan, rangsangan itu diteruskan ke seluruh tumbuhan sehingga anak daun lain ikut mengatup.

image

Tanaman sikejut atau putri malu (Mimosa pudica) yang akan mengatup jika disentuh menunjukkan gerak tigmonasti.  Sumber: www.e-dukasi.net

d.Termonasti
Termonasti   merupakan   gerak   nasti   yang disebabkan oleh rangsang suhu, seperti mekarnya bunga   tulip   dan  Crocus.  Bunga-bunga   tersebut mekar   jika   mendadak   mengalami   kenaikan temperatur,   dan   akan   menutup   kembali   bila temperatur menurun.

Tulip_termonasti

Tulip yang mekar saat temperatur naik, dan akan menguncup kembali ketika terjadi penurunan suhu udara.                                                                                         Sumber: www.stamboultwilight.blogspot.com

e.Haptonasi
Haptonasi   merupakan   gerak   nasti   yang terjadi   pada   tumbuhan   insektivora   yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Daun pada tumbuhan   insektivora   misalnya   Dionaea, sejenis tumbuhan perangkap lalat (venus  flytrap)  sangat sensitif terhadap sentuhan. Bila ada serangga   yang   menyentuh   bagian   dalam   daun, daun   akan   segera   menutup   sehingga   serangga akan terperangkap di antara kedua belahan daun.

Venus_seismonasti 

Tumbuhan venus yang memerangkap serangga.                                                     Sumber: www.howstuffworks.com

f.   Nasti Kompleks
Nasti komoleks merupakan gerak nasti yang disebabkan   oleh   beberapa   factor   sekaligus, seperti karbondioksida, pH, temperatur, dan kadar   kalsium.   Contohnya   gerak   membuka   dan menutupnya stomata pada daun. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi gerak membuka dan menutupnya stomata adalah sebagai berikut.

1). Kadar CO2

Berkurangnya CO2 dalam daun akan mengakibatkan pH dalam sel penutup meningkat, dan akan merangsang kenaikan tekanan turgor pada sel penutup/. Akhirnya stomata terbuka.

2). Kadar air

Apabila tumbuhan mengalami kekurangan air, potensial air pada daun akan berkurang, termasuk sel penutupnya. Akibatnya stomata akan menutup.

3). Cahaya

Stomata membuka karena akumulasi ion K+ pada sel tetangga. Cahaya berperan dalam merangsang masuknya ion K+ dan air dari sel tetangga ke sel penjaga. Dengan demikian stomata akan menutup.

4). Suhu lingkungan

Suhu yang tinggi akan meningkatkan laju respirasi sehingga kadar CO2  dalam daun meningkat. Akibatnya stomata terbuka.

5). Angin

Apabila angin bertiup kencang, maka pengeluaran air melalui transpirasi tinggi. Maka daun yang mengalami kekurangan air akan membuat stomata menutup.

image image

Gerak membuka (kiri) dan menutupnya stomata (kiri)  daun merupakan bentuk gerak nasti kompleks.    Sumber: www.belajar.kemdiknas.go.id 

3.Taksis
Taksis   adalah   gerak   seluruh   tubuh   atau  bagian   dari   tubuh   tumbuhan   yang   berpindah  tempat   dan   arah   perpindahannya   dipengaruhi rangsangan.   Gerakan   yang   arahnya   mendekati  sumber   rangsangan   disebut   sebagai   taksis positif dan yang menjauhi sumber rangsangan disebut taksis negatif. Sedangkan macam atau sumber rangsangan taksis meliputi cahaya, zat kimia, dan rangsang listrik.

Bila   rangsangan   berupa   zat   kimia,   gerak yang   timbul   disebut   kemotaksis.   Contohnya gerak gamet jantan berflagela (spermatozoid) yang dihasilkan oleh anteridium lumut ke arah gamet   betina   (sel   telur)   di   dalam  arkegonium.Bila   rangsangan   berupa   cahaya disebut   fototaksis,   rangsangan   listrik disebut   galvanotaksis. Fototaksis   dan galvanotaksis biasanya terjadi pada organisme tingkat rendah

C. Higroskopis 

Gerak higroskopis adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air (kelembapan) dari sel-selnya sehingga terjadi pengerutan yang tidak sama. Contoh gerak higroskopis:

1. Gerak membuka dan menutupnya sporangium tumbuhan paku oleh annulus.

2. Gerak membuka dan menutupnya sporangium tumbuhan lumut oleh gigi peristom.

3. Kulit buah tumbuhan polong-polongan  yang sudah kering akan pecah.

polong_higroskopis

Polong yang telah tua, kulitnya akan pecah karena berkurangnya kadar air sel.

One response to “Tumbuhan pun Bergerak.

  1. contohnya manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa????????????????????????????????????????????thanks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s