Ular Boa Mampu Mendeteksi Denyut Jantung

image

 

Ular Boa termasuk ordo Ophidia dari kelompok Reptilia. Alat geraknya menggunakan otot perut yang dapat mengerut dan memelar. Ular adalah hewan poikiloterm, artinya suhu tubuh ular dipengaruhi oleh suhu lingkungan sekitarnya. Boa tidak berbisa, namun memiliki lilitan yang sangat kuat sehingga dapat meremukkan tulang mangsanya atau membuat korbannya mati lemas karena kehabisan napas.

Salah satu varian Boa adalah Boa konstriktor. Ular ini memiliki keistimewaan berupa sensitivitasnya yang tinggi terhadap getaran. Ilmuwan dari Pennysilvania itu  menemukan bahwa ular boa konstriktor mempunyai kemampuan untuk merasakan denyut jantung mangsa. Penemuan dipublikasikan di jurnal Royal Society Biology Letters yang terbit bulan ini.

Penemuan itu terungkap setelah ilmuwan melakukan eksperimen dengan ular boa konstriktor, tikus mati, dan jantung palsu yang terbuat dari kantung berisi air dan disambungkan ke selang. Jantung palsu dan selang digunakan untuk  simulasi jantung dan pembuluh darah.

Jantung palsu dipasang di tikus yang telah mati. Selanjutnya, ilmuwan membiarkan ular memangsa tikus ini. Dalam waktu tertentu, detakan jantung palsu bisa dimatikan dengan remote control. Untuk mengukur kuat lilitan dan tekanan ular, ilmuwan juga menaruh sensor pada tikus mati.

Para peneliti tersebut  mendapatkan fakta bahwa ular boa konstriktor baru melepaskan mangsanya ketika sudah mati atau detak jantungnya berhenti. Ketika ilmuwan mempertahankan jantung palsu berdetak lebih lama, mereka menemukan bahwa ular boa konstriktor juga melilit lebih lama.

Scott Boback dari Dickinson College, Universitas Pennsylvania, seperti dikutip BBC, Rabu (18/1/2012) mengatakan, “Selama melilit, ular sebenarnya merasakan detak jantung mangsanya.”
Ia menambahkan, “Banyak dari kita yang berpikir bahwa ular adalah pembunuh berani, tidak punya fungsi kompleks seperti yang dimiliki vertebrata yang lebih tinggi. Kami menemukan sebaliknya dan menduga bahwa sensitivitas yang luar biasa ini adalah kunci kesuksesan seluruh bangsa ular.”

Ular perlu merasakan detak jantung mangsa untuk efisiensi energi. Ketika sudah tahu mangsa mati, lilitan dilonggarkan sehingga lebih sedikit energi yang dikonsumsi.

Sumber:  Kompas dan BBC Networks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s