Cacing Tanah: Manfaat

Produk yang dihasilkan dari budi daya cacing tanah adalah biomas atau cacing itu sendiri dan kascing. Kascing atau bekas cacing merupakan koyoran cacing tanah sisa mencerna bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk penyubur tanah. Kemampuan cacing tanah mengurai bahan organik 3-5 kali lebih cepat dibandingkan proses pembusukan secara alami. Tanpa cacing tanah, sampah baru bisa membusuk dalam waktu kurang lebih dua bulan sedangkan jika menggunakan cacing tanah, dalam waktu dua minggu sampah sudah diurai.

Mengapa kascing dapat menyuburkan tanaman ?

Kascing merupakan partikel-partikel tanah yang berwarna kehitam-hitaman dengan ukuran lebih kecil daripada partikel tanah biasa sehingga lebih cocok untuk pertumbuhan tanaman. Kascing mengandung zat organik yang akan menyesuaikan perubahan kimia secara alami. Selain itu, kascing juga mengandung berbagai unsur hara penting seperti auxin, sitokinin, giberelin, dan zat perangsang tumbuh untuk tanaman. Dan jika dilihat dari kandungan unsurnya, kascing jauh lebih baik daripada pupuk anorganik karena hampir seluruh unsur hara yang dibutuhkan tanaman tersedia didalamnya. Komposisi komponen kimiawi pada kascing : Nitrogen (N) 1,1-4,0%, Fosfor (P) 0,3-3,5%, Kalium (K) 0,2-2,1%, Belerang (S) 0,24-0,63%, Magnesium (Mg) 0,3-0,6% Besi (Fe) 0,4-1,6%.

Pengomposan

Pengomposan adalah suatu metode perombakan sampah bahan organik (sampah dapur dan kebun) dalam suatu wadah atau tumpukan besar, akibat adanya kegiatan alami bakteri dan jamur, invertebrata kecil seperti cacing tanah dan kaki seribu yang membantu menyempurnakan proses ini. Pengomposan akan mengubah sampah dapur dan kebun menjadi suatu bahan semacam tanah yang berwarna gelap dalam beberapa minggu atau bulan. Sifat kimia dan kandungan unsur hara kascing setara dengan kompos.

Tepung Asam Amino dari Cacing Tanah

Pengolahan cacing tanah jenis Lumbricus rubellus menjadi tepung protein dan tepung asam amino melalui proses bioteknologi dan bioseparasi. Hasil olahan tepung cacing akan menghasilkan asam amino arginin, sistin dan metionin. Proses pengolahan cacing tanah menjadi tepung asam amino adalah sebagai berikut ; cacing tanah hidup direndam dan dicuci dengan air bersih berkali-kali untuk membersihkan tubuh cacing dari kotoran-kotoran yang menempel, ditiriskan dan dihancurkan dengan blender, kemudian bubur cacing tanah itu dipisahkan dari kotoran-kotoran yang ada dengan centrifuge, kemudian dialirkan ke membran ultrafiltrasi untuk mendapatkan suspensi protein dengan konsentrasi yang diinginkan, dan akhirnya jadilah tepung protein. Sedangkan untuk mendapatkan tepung asam amino, pada saat cacing diblender diberi enzim untuk kemudian disaring dan dikeringkan.

Cacing tanah sebagai bahan pangan :

  1. Di Jepang dijadikan juice
  2. Di Amerika Serikat dan Hongaria dijadikan burger
  3. Di Thailand dan Filipina dijadikan campuran perkedel
  4. Di Perancis cacing sebagai bahan makanan sehari-hari, dll

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Eco Recycle Victoria and the Gould League of Victoria, 1997

Mul Mulyani Sutedjo dan A.G Kartasapoetra .1988. Pengantar Ilmi Tanah.

Jakarta : Bina Aksara

Rahmat Rukmana. 1999 .Budidaya Cacing Tanah. Yogyakarta : Kanisus

Tejoyuwono Notohadiprawiro . 1998 . Tanah dan Lingkungan.

Jakarta : Depdikbud-*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s