Pengejawantahan Filosofi Keseimbangan antara Keselarasan Lingkungan dengan Kuantum Teknologi Korea

Keseimbangan adalah sebuah keniscayaan. Sudah menjadi sebuah hukum semesta, bahwa segala sesuatu berjalan dan bekerja dengan asas keselarasan. Sungguh luar biasa jika kita menyelami hingga ke detil-detilnya. Bahkan hingga asas ketidakberaturan, yang menyatakan bahwa semua benda berjalan menuju ketidakteraturan pun, adalah sebuah wujud dari keseimbangan itu sendiri. Merupakan energi potensial yang sangat besar jika landasan proses kerja dilandasi dengan prinsip keseimbangan dan harmoni. Siklus keseimbangan terus berputar dan saling membutuhkan, siang-malam, keras-lembut, langit-bumi, pria-wanita, keras-lembut, lihatlah betapa indahnya pasangan keseimbangan.

Asas keselarasan ini getar sinyalnya ditangkap oleh Korean Taehan Min’guk, Republik Korea Selatan. Dengan bendera Taegeuki-nya, Negeri Setenang Pagi ini menghamparkan sebuah gagasan yang sarat filosofi keselarasan. Warna putih yang mendasari warna bendera, melambangkan betapa rakyat Korea memiliki kemurnian jiwa untuk mencintai kedamaian. Sedangkan lingkaran Taegeuk, atau dalam bahasa Cina disebut Taichi, melukiskan a Great Polarity. Meskipun menurut H.G Ströhl terjadi beberapa perubahan pada bentuk lingkaran dengan dua warna kontras ini, sebelumnya lebih intricate, akan tetapi pada dasarnya lingkaran itu melambangkan dua kutub yang merupakan dua unsur asli alam semesta. Menurut Pin Tai Ji, dalam filosofi Cina, Tai chi adalah sumber dan perpaduan dari dua kekuatan utama kosmik yang saling bertentangan, namun saling mengharmonisasi. Keduanya tak pernah berakhir, dan ketika mereka bersama selalu ada harmoni. Yin, berwarna biru, melambangkan unsur pasif, reseptif, malam, feminim, sedangkan Yang berwarna merah, melambangkan unsur aktif, agresif, siang, dan maskulin.

Berkaitan dengan kekuatan dahsyat semesta, tidak ada yang meragukan bahwa Korea selatan adalah salah satu contoh bangsa yang mampu menyerap energi chi-nya untuk sebuah kebangkitan kuantum teknologi. Negeri yang memiliki puncak tertinggi gunung Baekdusan ini telah membuktikan kepada dunia, bahwa ia mampu bangkit dari luka panjajahan dan aneksasi Jepang. Prinsip Yang telah merasuk dalam jiwa bangsa Korea, sehingga membuat industrialisasi berkembang cepat dan aktif. Menjelang tahun 1960 Korea masih diliputi kelaparan dan pengangguran, namun hanya dalam waktu satu dasawarsa saja pertumbuhan ekonomi meningkat tajam.

Perjuangan keras yang bertumpu pada penghematan, profesionalitas dalam perdagangan, pendidikan, dan minimalisasi friksi untuk menjalin kemitraan dengan negara maju, membuat Korea muncul sebagai kekuatan baru di asia. Strategi industrialisasi di negeri gingseng ini adalah konsep integrasi antara industri dengan IPTEK. Korea mengkopling antara strategi industrialisasi dengan strategi pengembangan iptek. Sejak tahun 1960-an kebijakan iptek diarahkan untuk mendukung pengembangan industri, termasuk undang-undang yang dihasilkan (STEPI, 1990). Hal itu terbukti dari arah utama riset negara asal Samsung dan Hyundai ini, yaitu mengutamakan pengembangan (sebanyak 61 persen). Sedangkan untuk riset dasar hanya dikeluarkan dana sebanyak 14 persen, yang terutama diambil dari anggaran pemerintah. Kemajuan teknologi industri dan peningkatan investasi telah membuat sebuah keajaiban di Sungai Hangang di era tahun 70-an.

Namun, sekali lagi asas keselarasan selalu mengalir dan memberikan kekuatannya di dalam kosmos. Dengan majunya industri, muncul dampak-dampak negatif. Polusi, urbanisasi tinggi dan over konsumsi menimbulkan ketidakseimbangan baru. Dengan adanya polusi tinggi, baik polusi udara, air dan tanah, mengakibatkan kualitas kesehatan penduduk menurun. Sedangkan mekanisasi khususnya bidang pertanian, melahirkan penurunan populasi di daerah pertanian Korea, yang berakibat semakin berkurangnya tenaga kerja di desa. Permasalahan lingkungan yang mencuat semakin merongrong dominasi  peran Yang di Korea.

Menurut hukum ekologi, ketidakseimbangan selalu memunculkan keseimbangan baru. Akhirnya, nurani Yin yang cenderung lembut dan care bak seorang ibu menampilkan peran pentingnya. Diawali dari peran Korea dalam Konferensi Rio dan pertemuan Puncak Bumi, yang memberikan pandangan baru bagi Korea untuk merekonsiliasikan antar lingkungan dan pembangunan ekonomi, bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak boleh mengganggu lingkungan kehidupan manusia.. Korea menunjukkan kesungguhannya sekali lagi untuk menjaga keselarasan, dengan mengadakan reboisasi tingkat nasional, antara lain dengan perlindungan wilayah hutan di areal perbukitan, penanaman varietas tanaman produktif dan tahan hama, pengawasan ketat logging dan memfokuskan strategi  pembangunannya pada konservasi lingkungan. Komitmen bangsa ini memang sekuat angin Taifun.

Semesta, sebagai makrokosmos yang berjalan dengan asas keseimbangan, terbukti telah memberikan kekuatan dahsyat sebagai “bayaran” atas upaya Korea untuk berinteraksi selaras dengannya. Tak heran, sebuah negeri yang dibatasi oleh laut Jepang di sebelah timur dan laut Cina timur di sebelah selatan ini, dengan tangkas melejitkan namanya di kancah internasional.

Bendera Taegeuki yang dikonsep oleh Young-Hyo Park pada kali pertama, selalu terkibar sebagai identitas kebanggan rakyat Korea. Empat simbol trigram (‘Kwe‘) pada keempat sudut bendera yang hampir selama 35 tahun disembunyikan saat pendudukan Jepang ini, menunjukkan keseimbangan dari dua kutub yang berlawanan. Anugerah semesta berupa kekuatan dan keberhasilan akan datang kepada siapa saja yang mencintai secara murni kedamaian serta keselarasan. Lambang bumi (Kon), surga (Kun), air (Kam) dan api (Yi) adalah elemen dan cita dasar kehidupan, yang saling bertentangan tetapi menguatkan.

Tak dapat dipungkiri bahwa Korea telah menggenggam makna filosofi bangsanya, pengejawantahan filosofi keseimbangan dan interaksi harmonis dengan alam, akan menghasilkan kekuatan yang luar biasa, sebagai bahan baku sebuah peradaban dinamis berbasis keserasian.

.           Manusia sebagai mikrokosmos dan sekaligus pengelola potensi dan lingkungannya, hendaknya bercermin pada masyarakat Korea yang telah menunjukkannya pada kita semua, betapa indahnya berkawan dengan keberhasilan.

Anda ingin makalah atau tugas kuliah Anda dibaca oleh ribuan bahkan puluhan ribu orang di Indonesia?? Jika “YA”, bergabunglah menjadi PENULIS KONTRIBUTOR di http://www.biologi.lkp.web.id (BIOLOGI SEJATI).

Tulisan atau tugas kuliah Anda tidak hanya terbengkalai dan menjadi tumpukan kertas yang kurang bermanfaat. Tetapi akan dibaca, dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai bahan kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

Ingin bergabung?? Cukup kirim “Email” anda kepada kami dengan memasukkannya di kolom “Berlangganan” –> lihat tulisan berkedeip. Kami akan kirimkan username dan password (bisa diganti) Anda. Dan otomatis Anda akan menjadi PENULIS KONTRIBUTOR di Blog ini.

Salam BIOLOGI SEJATI!


 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s