Materi Evolusi untuk SMA

Menurut teori evolusi seluruh alam hidup – pada masa lampau dan dewasa ini merupakan hasil perkembangan berangsur-angsur dari makluk hidup yang paling sederhana sampai manusia. Sesuai pandangan Darwin, motor seluruh proses ini adalah mutasi atau perubahan, adaptasi terhadap lingkungan dan perjuangan untuk bertahan hidup (struggle for life).

Berkat genetika molekuler kita kenal kode genetis, yang terungkap dalam sekuensi triplet empat macam basa organis. Maka mutasi adalah perubahan dalam urutan basa itu atau jumlah dan bentuk kromosom.

Lingkungan merupakan conditio sine qua non perkembangan organisme hidup dalam interaksi dengan lingkungan organisme beradaptasi. Beda dalam kemampuan itu merupakan penentu dalam struggle for life. Organisme yang paling fit akan berkembangbiak lebih baik dari pada lawannya. Maka lambat-laun ciri populasi akan berubah.

Adaptasi yang paling menarik adalah adaptasi antara binatang dan tumbuh tumbuhan dan antara binatang dan binatang yang saling membantu dan mempertahankan keseimbangan dalam lingkungan.

Bukti Evolusi

Dibedakan dua macam bukti – yang langsung dan yang tidak langsung.

Bukti langsung ialah fosil-fosil, yang berasal dari berbagai zaman sejarah bumi. Jelas dapat kita lihat, bahwa alam hidup tetap berubah dan berkembang. Dalam sejarah berulang kali terjadi berbagai musibah, yang melenyapkan jenis makluk hidup tertentu, yang selanjutnya diganti dengan yang baru, seolah-olah makhluk hidup yang lama memberikan tempat untuk yang baru.

Menurut perkiraan para astronom, bumi terbentuk kurang-lebih 4.5 milyar tahun yang lalu. Fosil tertua organisme hidup berusia kurang-lebih 3.5 milyar tahun, mulai dari yang amat sederhana hingga  bertahap muncul yang lebih sempurna. Puncaknya ialah manusia; namun manusia pun berubah dan berkembang.

Sejarah-bumi dibagi atas zaman, era dan formasi, sesuai peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lampau.

Bukti Tidak Langsung

Selain bukti dari paleontologi, dari fakta lain juga dapat ditarik kesimpulan nengenai kesatuan seluruh alam hidup. Logikanya sebagai berikut: Karena seluruh alam lidup memiliki banyak kesamaan baik dalam struktur kimiawi dan proses flsiologis naupun dalam struktur serta fungsi fisik, maka semua makluk hidup seharusnya nemiliki awal yang sama; jika semua makluk memiliki awal yang sama, maka semua nerupakan hasil perkembangan dan diferensiasi dari masa lampau sampai kini.

Dasar kimiawi seluruh materi hidup adalah sama, yaitu C (karbon),O (oksigen), H (hidrogen), N (nitrogen) serta beberapa elemen lainnya seperti S (belerang), P (fosfor), Ca (zat kapur), Mg (magnesium), Fe (zat besi), Cu (tembaga) dan Mn (mangan). Patut ditanya, apakah materi hidup hanya hidup, jika tersusun atas  karbon? Apakah tidak ada kemungkinan lain? Ada ahli yang melontarkan ide lain, yaitu bahwa materi hidup dapat dibangun sama baik di dengan unsur dasar Si (silisium), yang jauh lebih banyak jumlahnya dari pada karbon. Secara kimiawi silisium bersifat mirip sekali dengan karbon. Kalau toh karbon menjadi dasar seluruh materi hidup, maka hal ini membuktikan bahwa hidup mempunyai satu sumber yang sama.

Sama halnya dengan jenis senyawa kimiawi. Seluruh makluk hidup mempunyai molekul yang sama, yakni protein, lipida, karbohidrat, DNA serta sebagian besar enzim. Memang, ada beda minimal pada jenis masing-masing, namun modelnya selalu sama. Bukan hanya susunan molekulnya sama, tetapi konfigurasi dimensionalnya juga, proses-proses fisiologis, seperti misalnya pencemaan atau fungsi saraf, berlangsung menurut satu model, mulai pada Protozoa sampai dengan Primata.

Memang ada bedanya dalam detail, khususnya dalam DNA dan protein. Setiap nakluk hidup memiliki kekhasan dalam susunan DNA dan konsekuen dalam protein yang justru menjadi dasar variasi alam hidup, namun detail ini merupakan hanya bagian sangat minimal dibanding dengan seluruh materi hidup.

2) Terdapat juga kesamaan dalam struktur badan (anatomi, morfologi) pada satuan sistematis makluk hidup. Hal ini terlihat pada Vertebrata misalnya. Tangar nanusia, kaki depan domba, sayap burung, sirip ikan lumba-lumba mempunyai fungs berbeda, namun struktur anatomisnya sama. Juga alat rudimenter, yang kehilangan ‘fungsinya, toh masih ada dalam badan, seperti misalnya tulang ekor (os coccygis), usus buntu dan sisa kelopak mata ketiga pada manusia atau tulang panggul dan tulang tungka (femur) pada ikan paus. Sulit menjelaskannya, jika tidak diterima, bahwa semua berasa lari model yang sama.

Semuanya ini dapat disebut sebagai kesamaan Pencipta!

3) Embriologi merupakan sesuatu yang agak khas juga, yang sulit untuk dijelaskan tanpa evolusi. Dalam stadium embrional semua tahap perkembangan individi seolah-olah mengulangi sejarah filogenetis/evolsuinya.

Garis Besar Proses Evolusi

Jika kita mempelajari keseluruhan perkembangan binatang, maka dapat ditentukan dua tendensi umum.

Pertama, tendensi untuk konsentrasi sel-sel saraf, dari yang berbentuk jaringa luas pada binatang primitif sampai pada pembentukan berkas dan, selanjutnya, otak pad binatang lebih tinggi. Konsentrasi saraf mempercepat reaksi badan atas stimuli dai lingkungan. Penebalan berkas sel saraf khususnya di bagian depan (kepala) berhubunga bagian depan badan selalu paling cepat harus berorientasi dalam lingkungan, kala bintang berjalan

Kedua, penyempurnaan indra sebagai sarana orientasi dalam lingkungan. Makin sempurna indra, makin besar kemungkinan untuk berorientasi dalam- lingkungan. Indra yang paling primitif adalah indra peraba,yang paling sempurna adalah mata.

Dalam sejarah evolusi terlihat beberapa inovasi dalam alam hidup, yang mengizinkan kedua tendensi di atas tadi dapat tercapai.

Inovasi yang pertama adalah pembiakan seksual. Pembiakan seksual memungkinkan pertukaran gen-gen antara dua individu, yang sangat meningkatkan variasi.

Hidup “lahir” dalam air, namun air merupakan lingkungan sangat homogen, sehingga kurang merangsang/menuntut makluk hidup. Evolusi alam hidup dipercepat, sejak organisme hidup keluar dari air.

Untuk fungsi saraf makin sempurna tidak cukup terbentuk hanya berkas saja, besarnya berkas ini sangat penting pula, karena untuk fungsi lebih tinggi dibutuhkan jumlah sel saraf yang cukup banyak. Namun saraf hanya dapat bertambah, jaki besarnya badan juga bertambah. Maka ada tendensi untuk memperbesar badan.

Namun badan besar di luar air sangat sulit dapat berfungsi, jika tidak diperkuat oleh kerangka. Kerangka luar, seperti pada serangga misalnya meruapaka suatu kemajuan, namun dari segi lain kerangka sedemikian sangat membatasi pertumbuhan badan. Maka inovasi baru yang amat penting adalah kerangka dalam.

Langkah penyempurnaan selanjutnya adalah pembebasan binatang dari suhu lingkungan. Hal ini tercapai dengan suhu badan yang stabil. Namun untuk itu perlu perkembangan baik sistem termoregulasi dalam badan maupun perlindungan badan berbentuk bulu-bulu.

Indra yang paling sempurna adalah penglihatan. Namun penglihatan kurang berguna, jika lingkaran pandangan agak terbatas. Maka inovasi berikutnya adalah vertikalisasi badan, yang semula terjadi dengan kemungkinan pengangkatan kepala, lalu secara sempurna tercapai pada binatang berkaki dua. Puncaknya ialah pandangaan stereoskopis, jika dua mata terletak di depan.

KESEMPATAN MENJADI TERKENAL

Anda ingin makalah atau tugas kuliah Anda dibaca oleh ribuan bahkan puluhan ribu orang di Indonesia?? Jika “YA”, bergabunglah menjadi PENULIS KONTRIBUTOR di http://www.biologi.lkp.web.id (BIOLOGI SEJATI).

Tulisan atau tugas kuliah Anda tidak hanya terbengkalai dan menjadi tumpukan kertas yang kurang bermanfaat. Tetapi akan dibaca, dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai bahan kemajuan ilmu pengetahuan Indonesia.

Ingin bergabung?? Cukup kirim “Email” anda kepada kami dengan memasukkannya di kolom “Berlangganan” –> lihat tulisan berkedeip. Kami akan kirimkan username dan password (bisa diganti) Anda. Dan otomatis Anda akan menjadi PENULIS KONTRIBUTOR di Blog ini.

Salam BIOLOGI SEJATI!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s