Fakta ilmiah Kurma

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.

(QS Al An’am 141)

Kamis, 24 Maret 2011 – Para peneliti dari Weill Cornell Medical College di Qatar telah memetakan versi draft genom kurma, mengungkapkan banyak rahasia genetiknya.


 

“Kami telah membuat barisan DNA draft dan rakitan dasar kurma menggunakan teknologi termutakhir,” kata Joel Malek, direktur Genomics Laboratory di WCMC-Q. Informasi genetik mengenai kurma sangat berharga bagi peneliti yang bekerja untuk meningkatkan jumlah dan mutu buah kurma dan lebih baik memahami kerentanan dan resistensi kurma pada penyakit.

“Ini adalah langkah penting bagi program penelitian biomedis kami,” kata Khaled Machaca, Ph.D., profesor fisiologi dan biofisika serta asisten dekan penelitian sains dasar. “Ia jelas menunjukkan kelayakan dan keberhasilan teknologi genomik paling maju di Qatar dan merupakan tonggak dalam kerjasama pusat penelitian regional Qatar dan Weill Cornell. Sebagai tambahan, pencapaian oleh tim peneliti WCMC-Q ini memberikan janji yang besar bagi penerapan teknologi genomik untuk lebih memahami masalah biomedis.”

Pembarisan kurma merupakan bukti studi konsep, yang menurut Malek, yang dikembangkan di laboratorium genomiknya tahun lalu. Tujuannya adalah untuk mendirikan dan mensahkan kapabilitas lab inti untuk proyek genomik berskala besar. Lab ini adalah bagian integral dari program penelitian biomedis besar yang diluncurkan tahun lalu oleh WCMC-Q dengan dukungan Yayasan Qatar yang membantu menjadikan Qatar sebagai poros penelitian di Timur Tengah.

Untuk menghasilkan peta draft ini, para peneliti WCMC-Q menggunakan pendekatan pembarisan generasi baru, yang dikatakan Malek menawarkan kualitas data antara metode Expressed Sequence Tag (EST) dan metode pemetaan seluruh genom tradisional. “Kami mampu mengembangkan pandangan yang relatif tidak bias pada ruang gen dari seluruh tanaman kurma dengan biaya rendah dan waktu lebih singkat. Dengan pendekatan ini, yang mengambil manfaat dari DNA berulang rendah dalam daerah gen kurma, kami telah meningkatkan pengetahuan mengenai gen kurma yang tersedia pada publik sebanyak 1000 kali lipat.”

Malek dan asisten penelitiannya memperoleh DNA dari daun kurma yang disediakan oleh Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Qatar di Jurusan Penelitian Pertanian dan Air (Kementrian Urusan Kota dan Pertanian Qatar).

Pohon kurma berperan penting dalam pertanian di Timur Tengah, Afrika Utara dan Pakistan. Buah ini merupakan sumber nutrisi utama di daerah tersebut, dan pohonnya sendiri berperan dalam pengembangan pertanian berkelanjutan di banyak daerah kering dan asin di dunia. Dokumentasi di dalam Qur’an memberi petunjuk bahwa kurma telah digunakan untuk tujuan medis selama berabad-abad.

Malek mengatakan ia dan koleganya akan terus meningkatkan barisan draft dan menerbitkan data mereka. Sementara itu, mereka membuat informasinya tersedia bagi para ilmuan dan peneliti di penjuru dunia.

11 Fakta Ilmiah Kurma

Buah purba ini makin diakui sebagai SUPERFOOD. Kenali keistimewaannya dan cara menikmatinya.

Fakta 1: Paling banyak disebut dalam Al Qur’an

Buah berwarna gelap yang legit dan manis ini bukanlah buah biasa. Dalam Al Quran,  kurma disebut sebanyak 24 kali, menunjukkan bahwa kurma memiliki kelebihan dari buah-buahan yang lain.

“Di bumi ada buah-buahan dan ada pohon kurma yang memiliki kelopak mayang.” (Q.S. Ar-Rahman: 11).

Berbagai manfaat kurma disebutkan di berbagai hadis, antara lain Rasulullah SAW bersabda, “Kurma itu menghilangkan penyakit dan tidak membawa penyakit. Ia berasal dari surga. Dan di dalamnya terkandung obat.”

Sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW, seperti yang diriwayatkan Salman bin Amir, “Apabila salah seorang di antara kamu berpuasa, hendaklah berbuka dengan kurma, bila tidak ada kurma, hendaklah dengan air (H.R.: Ahmad dan At-Tirmidzi).

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, kurma menjadi salah satu bahan pangan wajib. Bahkan, kini kurma telah didandani dalam wadah cantik beraneka ragam sebagai hantaran Lebaran yang cantik menyehatkan.

Fakta 2: Kurma masuk butik

Untuk menyambut bulan Ramadan dan Idul Fitri, jangan hanya terpaku pada California Dates (madjool atau medjool, seperti yang terdapat di pasar swalayan, atau Kurma Nabi (agwa/ajwa/ajwah) oleh-oleh dari kerabat yang pulang dari Tanah Suci.

Data menyebutkan, terdapat lebih dari 200 jenis kurma di Timur Tengah dengan warna cokelat terang, marun, hitam keunguan, sampai hitam pekat. Demikian pula bentuknya: bulat kecil, persegi panjang, hingga berukuran besar dan panjang. Beberapa di antaranya, seperti Khidri, Sekkie, Sokari, Kholas, Agwa, Wanan, bisa ditemukan di Butik Kurma Bateel (dibaca: batil) di Plaza Indonesia, Jakarta, yang berpusat di Dubai (Bateel Dates). Kecuali jenis agwa yang hanya bisa tumbuh di Madinah, kurma-kurma yang disebutkan tadi berasal dari perkebunan Al Ghat, 200 km dari Riyadh, Arab Saudi.

Untuk memenuhi selera masyarakat urban yang makin tinggi sofistikasinya, kurma telah dimodifikasi menjadi lebih trendi. Dalam butik ini, kurma diolah menjadi aneka penganan dan kudapan gourmet yang bisa memuaskan mata maupun lidah para penikmat makanan yang kritis. Antara lain, ada kurma dengan balutan cokelat,  yang  diisi almond, karamel, manisan jahe, dan manisan kulit jeruk. Ada juga yang dibuat biskuit (date biscuits) dengan pemanis sirup kurma, serta berbagai kue imut seperti dates roll, triangle, rectangle, green pistachio dengan pelengkap kenari tumbuk dan pistachio. Kurma juga dibuat jus, selai, mustard, serta date balsamic vinegar untuk dressing salad.

“Kami ingin kurma yang kaya nutrisi itu menjadi buah tangan, seperti halnya cokelat, agar masyarakat dapat memetik manfaat kesehatan dari kurma,” tutur Tania Walla, General Manager Bateel Indonesia.

Fakta 3: Agar awet dan tidak salah pilih

Menurut Tania, kurma tanpa pengawet yang ada di butik tahan selama 9-10 bulan jika disimpan di tempat bersuhu 6-10 derajat Celsius, seperti pendingin (chiller) atau kulkas. Sebelum dimasukkan ke dalam pendingin, terlebih dahulu kurma dibalut dengan plastik khusus  yang tidak menimbulkan hawa panas sehingga kurma tidak menjadi berkeringat dan terjaga kadar kelembapannya. Jika suhu tempat penyimpanan di atas 24 derajat Celsius, dikhawatirkan akan tumbuh jentik atau kutu. Kurma yang sering keluar masuk kulkas pun akan cepat rusak atau membusuk. “Kalau kita ingin makan lima buah, ya keluarkan secukupnya saja,” kata Tania.

Tip lain: jika tekstur kurma lengket, sudah tidak legit, serta terasa ada gumpalan-gumpalan kecil (grindil-grindil), berarti kurma sudah tidak prima. “Apalagi jika warnanya tidak mulus dan kulitnya sudah berbintik-bintik putih. Jangan ragu, segera buang ke tempat sampah, karena sudah tidak layak dikonsumsi,” Tania memberi tip.

 

Fakta 4: Tanaman purba yang tangguh

Berdasarkan bukti-bukti sejarah, pada tahun 4.000 SM, kurma mulai dibudidayakan di Mesopotamia. Kurma baru mengglobal dan dikenal di Eropa dan Asia pada abad 18.

Allah Maha Pemurah, di tanah yang kering dan tandus seperti Jazirah Arab, pohon kurma (Phoenix dactylifera Linn.) dapat tumbuh subur.  Bagaimanapun, tumbuhan gurun yang tangguh karena tahan udara panas, serta tetap survive dengan kelembapan rendah dan udara kering (32 derajat Celsius) ini,  tetap memerlukan banyak air. Oleh karenanya, tanah yang ideal bagi pohon kurma adalah di oasis – sumber mata air segar yang terdapat di tengah padang pasir yang kering, gersang, dan tandus – atau di perkebunan dengan pengairan buatan , menggunakan jaringan instalasi pipa air yang mengairi pohon-pohon kurma tersebut secara periodik.

 

Fakta 6: Gulanya mudah dicerna

Menurut Dr Anwar El Multi dari Mesir, kurma mengandung glukosa 70%. Seperti halnya fruktosa – gula pada buah-buahan – glukosa mudah dicerna dan mudah dibakar oleh tubuh sehingga menghasilkan energi tinggi, tanpa mempersulit tubuh untuk mengolah, mencerna dan memanfaatkannya untuk kebutuhan tubuh.

Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Dirjen British Nutrition Foundation, akan diserap dalam waktu 20 – 30 menit. Karena kandungan seratnya yang tinggi, gula dalam kurma baru habis terserap dalam tempo 45 – 60 menit. Karena itu, mengonsumsi kurma pada waktu sahur akan membuat badan kita menjadi segar dan tahan lapar.

Kurma yang dikeringkan – seperti yang banyak diimpor ke Indonesia dari berbagai negara penghasil kurma –  kadar airnya jauh berkurang sehingga kadar gulanya terdongkrak naik sampai 80%. Kadar gula yang tinggi inilah yang menjadi sumber energi tubuh selama kita berpuasa. (N)


Referensi

Weill Cornell Medical College–Qatar

Tabloid  Nirmala 09/Tahun 12, edar 1 Agustus 2011 (Penulis  : Emma Madjid)

One response to “Fakta ilmiah Kurma

  1. Pingback: Fakta-fakta Kurma (Menjelang Bulan Puasa) - -

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s