Tag Archives: paru-paru

Organ-Organ Pernapasan pada Manusia

Sistem pernapasan pada manusia meliputi berbagai organ pernapasan. Jalur pernapasan pada manusia yaitu rongga
hidung → faring  → trakea → bronkus  → bronkiolus  → alveolus→ sel-sel tubuh.

image

Gb. Organ Pernapasan Manusia

Quote:

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. (QS Al Anaam: 125. )

a. Hidung  (Cavum Nasalis)
Udara keluar masuk melalui rongga hidung. Rongga hidung selalu lembap karena adanya selaput lendir. Di dalam rongga hidung juga terdapat rambut-rambut pendek dan halus. Selaput lendir dan rambut-rambut halus ini berfungsi menyaring debu dan kotoran yang masuk
bersama udara, melekatkan kotoran pada rambut hidung, mengatur suhu udara pernapasan, dan mengenali adanya bau.

b. Tekak  (Faring)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan persimpangan antara rongga hidung ke tenggorokan (saluran pernapasan) dan rongga mulut ke kerongkongan (saluran pencernaan). Pada bagian belakang faring terdapat laring. Laring disebut pula pangkal tenggorok. Pada laring terdapat pita suara dan epiglotis atau katup pangkal tenggorokan. Pada waktu menelan makanan epiglotis menutupi laring sehingga makanan tidak masuk ke dalam tenggorokan. Sebaliknya pada waktu bernapas epiglotis akan membuka sehingga udara masuk ke dalam laring kemudian menuju tenggorokan.

c. Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berbentuk seperti pipa dengan panjang kurang lebih 10 cm. Di paru-paru trakea bercabang dua membentuk bronkus. Dinding tenggorokan terdiri atas tiga lapisan berikut.

1) Lapisan paling luar terdiri atas jaringan ikat.
2) Lapisan tengah terdiri atas otot polos dan cincin tulang rawan. Trakea tersusun atas 16–20 cincin tulang rawan yang berbentuk huruf C. Bagian belakang cincin tulang rawan ini tidak tersambung
dan menempel pada esofagus. Hal ini berguna untuk mempertahankan trakea tetap terbuka.
3) Lapisan terdalam terdiri atas jaringan epitelium bersilia yang menghasilkan banyak lendir. Lendir ini berfungsi menangkap debu dan mikroorganisme yang masuk saat menghirup udara.

Selanjutnya, debu dan mikroorganisme tersebut didorong oleh gerakan silia menuju bagian belakang mulut.

Akhirnya, debu dan mikroorganisme tersebut dikeluarkan dengan cara batuk. Silia-silia ini berfungsi menyaring benda-benda asing yang masuk bersama udara pernapasan.

d. Cabang Tenggorokan (Bronkus)
Bronkus merupakan cabang batang tenggorokan. Jumlahnya sepasang, yang satu menuju paru-paru kanan dan yang satu menuju paru-paru kiri. Bronkus yang ke arah kiri lebih panjang, sempit, dan
mendatar daripada yang ke arah kanan. Hal inilah yang mengakibatkan paru-paru kanan lebih mudah terserang penyakit. Struktur dinding bronkus hampir sama dengan trakea. Perbedaannya dinding trakea lebih tebal daripada dinding bronkus. Bronkus akan bercabang menjadi bronkiolus. Bronkus kanan bercabang menjadi tiga bronkiolus sedangkan bronkus kiri bercabang menjadi dua bronkiolus.

e. Bronkiolus
Bronkiolus merupakan cabang dari bronkus. Bronkiolus bercabang-cabang menjadi saluran yang semakin halus, kecil, dan dindingnya semakin tipis. Bronkiolus tidak mempunyai tulang rawan tetapi rongganya bersilia. Setiap bronkiolus bermuara ke alveolus.

f. Alveolus
Bronkiolus bermuara pada alveol (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

image

Anak Ingusan, So What?

“Tahu apa kamu, dasar anak ingusan!”

Pernah mendengar kalimat seperti itu? Atau setidaknya pernah membaca di dalam novel atau cerpen? (Penulis tidak yakin jika kalimat seperti ini ditemukan di dalam buku pelajaran biologi, pasti setelah itu penerbit atau bukunya terkena kasus).

Anak ingusan adalah sebuah frasa bermakna seseorang yang polos, lugu, belum berpengalaman.” sehingga konotasinya menjadi tidak baik. Untung saja kita belajar Biologi. Karena dalam terminologi biologi, ingus adalah anugerah besar dari Pencipta.

Sumber gambar: deep-facts.blogspot.com

Ketika mempelajari sistem pernapasan pada manusia,  Anda  akan menemukan fakta bahwa ingus memiliki peranan penting dalam perlindungan tubuh dari mikrobia patogen yang berasal dari udara luar.

Sistem Pembersih dalam Paru-paru

Paru-paru memiliki sistem pembersih yang efektif. Sistem tersebut berupa sel Goblet yang menyekresikan lendir untuk memerangkap debu dan partikel dari udara yang masuk bersama udara pernapasan. Dalam waktu bersamaan, silia (rambut-rambut) menyapu lendir tersebut ke kerongkongan sehingga ikut tertelah menuju saluran pencernaan, atau menuju rongga hidung untuk dikeluarkan dalam bentuk lendir ingus.

Artinya, ingus justru membantu kita mengeluarkan partikel atau debu yang berpotensi membahayakan kesehatan organ pernapasan kita. Tidak hanya itu, meski sering dianggap sebagai kotoran, ingus ternyata juga memiliki peran yang cukup penting dalam pengenalan aroma dan bau-bauan. Hidung manusia memiliki kemampuan mengenali berbagai jenis bau-bauan dengan sangat baik karena bantuan lapisan cairan lengket ini.

Ingus memainkan fungsi penting menangkap molekul-molekul bau dan menghubungkan lebih dari 100 reseptor bau dalam rongga hidung manusia. Lendir tersebut akan menangkap partikel-partikel, seperti debu atau serbuk tanaman, kemudian melarutkannya.

Sebagian dari molekul-molekul yang ditangkapnya akan mengalir hingga ke ujung reseptor indera penciuman. Otak akan menerjemahkan informasi yang diterima indera penciuman lalu menerjemahkanya sebagai tingkatan kuat-lemahnya bau yang tercium.

 Jadi, anak ingusan? So What?

SISTEM EKSKRESI

Standar Kompetensi : Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia

Kompetensi Dasar :

Mendeskripsikan sistem ekskresi pada manusia dan hubungannya dengan  kesehatan

A. SISTEM EKSKRESI MANUSIA

Sistem ekskresi adalah sistem pengeluaran berupa zat sisa metabolisme yang tidak berguna lagi yang dilakukan oleh alat-alat pengeluaran. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks, antara lain: CO2, H2O, NH3 (amoniak), zat warna empedu, dan asam urat. Alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari paru-paru, kulit, ginjal dan hati.

Manusia mengenal tiga sistem pengeluaran, yaitu:

a. Defekasi adalah pengeluaran sisa-sisa pencernaan yang tidak bisa diserap oleh tubuh. Contoh: pengeluaran feses.

b. Sekresi adalah pengeluaran zat yang diperlukan oleh tubuh. Contoh: sekresi air liur, hormon, dan enzim.

c. Ekskresi adalah pengeluaran zat sisa metabolisme (reaksi kimia yang berlangsung di dalam tubuh) yang sudah tidak diperlukan lagi. Jika zat-zat ini tidak dikeluarkan akan meracuni tubuh. Contoh : pengeluaran urin. Continue reading