Mengenal Pubertas Dini

Pubertas dini atau pubertas prekoks yaitu suatu keadaan masa pubertas anak terjadi lebih awal dari usia normal, yaitu di bawah usia 10 tahun pada anak perempuan dan di bawah usia 11 tahun pada anak laki-laki. Secara normal, anak perempuan mengalami masa puber pada usia 10–15 tahun, sedangkan anak laki-laki pada usia 11–16 tahun. Pubertas dini dipicu oleh adanya kelainan pada otak atau terjadi akibat pengaruh bahan kimia dari luar tubuh. Peristiwa ini ditandai dengan munculnya tanda-tanda kematangan organ reproduksi lebih awal.

image

Sumber: www.health.detik.com

1. Penyebab Pubertas Dini
    Hingga saat ini penyebab pubertas dini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor internal yang dapat memicu terjadinya pubertas dini adalah gangguan kelenjar endokrin, faktor genetik, gangguan pada organ kelamin, penyakit pada otak, serta tumor yang menghasilkan hormon reproduksi. Selain itu, faktor psikologis (emosi) dan tekanan lingkungan juga dapat memicu pubertas dini.
    Pubertas dini lebih banyak terjadi pada anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Hal ini disebabkan pubertas dini pada anak perempuan lebih banyak terjadi akibat faktor genetik dan paparan hormon estrogen saat masih bayi. Sebaliknya, pubertas dini pada anak laki-laki lebih banyak diakibatkan adanya ketidakseimbangan hormonal.

 

2.    Faktor Risiko
    Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya pubertas dini sebagai berikut.
a.    Jenis kelamin perempuan.
b.    Terpapar hormon seksual (dari makanan atau kosmetik).
c.    Sedang mengidap penyakit genetik atau gangguan metabolik seperti sindrom Hiperplasia Adrenal Kongenital, yaitu suatu kondisi disebabkan oleh tidak normalnya produksi hormon androgen pada anak laki-laki.

3.    Proses Terjadinya Pubertas Dini
    Proses terjadinya pubertas dini diawali dengan produksi hormon GnRH secara berlebihan. Hal ini mengakibatkan kelenjar pituitari meningkatkan produksi Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle
Stimulating Hormone (FSH). Peningkatan LH menstimulasi produksi hormon seks steroid pada testis (androgen) atau sel-sel granula pada ovarium (estrogen). Peningkatan kadar androgen atau estrogen mengakibatkan fisik mengalami perkembangan lebih dini. Adapun peningkatan kadar FSH mengakibatkan pengaktifan kelenjar gonad sehingga mempercepat pematangan folikel pada ovarium dan spermatogenesis pada testis.

4.    Gejala
    Pada anak perempuan tanda-tanda pubertas dini sebagai berikut.
a.    Payudara membesar.
b.    Tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan dan ketiak.
c.    Tubuh bertambah tinggi secara cepat.
d.    Mulai menstruasi.
e.    Tumbuh jerawat.
f.    Timbul bau badan.
    Sementara itu, pada anak laki-laki tanda-tanda pubertas dini sebagai berikut.
a.    Pembesaran testis dan penis.
b.    Mengalami mimpi basah.
c.    Tumbuhnya rambut di sekitar kemaluan, ketiak, serta wajah (kumis dan jenggot).
d.    Peningkatan tinggi badan sangat cepat.
e.    Suara menjadi lebih berat.
f.    Tumbuh jerawat.
g.    Timbul bau badan.

5.    Tipe-Tipe Pubertas Dini


    Pubertas dini dikelompokkan menjadi dua tipe utama sebagai berikut.
a.    Pubertas prekoks sentral, terjadi akibat gangguan pada sistem penghambatan hormon yang diproduksi otak atau kelainan pada hipotalamus yang mengakibatkan produksi Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) sedikit.
b.    Pubertas prekoks perifer merupakan pubertas yang tidak dipengaruhi oleh hormon GnRH.
Pubertas ini dapat dipengaruhi oleh hormon steroid yang diproduksi oleh tumor gonad atau adrenal.

6.    Penanganan
    Pubertas prekoks sentral dapat diatasi dengan terapi GnRH analogue. Pengobatan ini dilakukan dengan memberikan suntikan leuprolide untuk menghambat perkembangan organ seksual sekunder. Terapi tersebut diberikan hingga pasien mencapai usia pubertas normal. Apabila pengobatan dihentikan sebelum mencapai usia pubertas normal, proses pubertas akan terjadi lagi.
    Sementara itu, pubertas prekoks perifer dapat diatasi dengan menangani penyebabnya. Misal apabila pubertas dini terjadi akibat mengonsumsi obat maka konsumsi obat tersebut harus dihentikan.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s