10+ Ular Paling Beracun di Dunia

“dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): “Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.” (QS Al Qashash: 31)

Meskipun hanya merupakan sebagian kecil dari keseluruhan populasi ular di dunia, ular berbisa dengan tingkat bisa tinggi tersebar di berbagai habitat di seluruh dunia. Ada manfaatnya kita mengetahui beberapa jenis ular yang paling berbisa di dunia. Tujuannya supaya senantiasa waspada dan tidak takut secara berlebihan terhadap ular. Berikut adalah urutan ular berbisa dari yang paling ringan sampai paling fatal.

1. Death Adder

R260601 1083484

Disebut  Death Adder karena ular ini banyak ditemukan di Australia dan Papua Nugini. Ular ini biasa berburu dan memangsa ular lain yang lebih kecil dengan cara menyergap dan membunuh mangsanya. Morfologi ular Death Adder mirip dengan viper, memiliki kepala triangular dan pendek, serta tubuh. Dalam sekali gigitan, ular ini menginjeksikan bisa kurang lebih 40-100mg yang mengandung  LD antara 0.4mg-0.5mg/kg. Pada kasus gigitan yang tidak tertangani dengan baik, racun Death Adder dapat sangat membahayakan.  Jenis racun ular ini adalah neurotoksin. Akibat neurotoksin, korban yang terserang akan mengalami kelumpuhan, dan bisa tewas dalam 6 jam, karena racun sudah memasuki jantung dan mengakibatkan gagal pernapasan. Serangan Death Adder yang mengakibatkan kematian termasuk tertinggi di dunia.

2. Rattlesnake atau Ular derik

Rattlesnake

Ular derik adalah satu-satunya ular yang masuk dalam dafatr 10 ular paling berbisa ini, yang bersal dari benua Amerika. Ular ini mudah dikenali karena mengeluarkan suara gemericik dari “rattle” yang terdapat di ujung ekornya. Ular derik merupakan keluarga dari ular viper.  Spesies derik yang paling bercaun di Amerika adalah The Eastern Diamond Back yang berasal dari Amerika Utara. Yang mengejutkan, derik muda lebih agresif dan berbahaya dibandingkan ular derik dewasa. Terlebih ular muda belum mampu mengendalikan jumlah atau konsentrasi racun yang harus dikeluarkan berdasarkan jenis mangsa atau musuhnya. Sebagian besar ular derik memiliki bisa Hemotoksik yang mampu merusak jaringan tubuh, organ, dan menyebabkan penggumpalan sel darah merah (disrupted blood clotting). Gejala umum yang muncul apabila  bisa hemotoksik meracuni tubuh  adalah kesulitan bernapas, lumpuh, muntah-muntah, dan menggigil.  Sebagian besar korban yang terkena racun ini mengalami luka yang fatal, bahkan apabila tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan kematian. Namun demikian, pemberian antitoksin dengan cepat dapat mengurangi resiko kematian menjadi kurang dari 4%.

3. Viper

Saw-Scaled-Viper

Ular viper banyak ditemukan tersebar di berbagai belahan dunia. Banyak ditemukan di Timur Tengah dan Asia tengah, khususnya India, Cina dan Asia Tenggara. Viper adalah ular gesit yang beraktivitas di malam hari (nokturnal) dan biasa keluar dari sarang setelah hujan reda.  Sebagian besar spesies ini memiliki bisa yang berefek munculnya rasa sakit pada bagian yang tergigit, dan segera diikuti oleh pembengkakan . Gejala selanjutnya adalah mual, pusing, dan turunnya denyut nadi.  Kematian pada kasus gigitan viper tidak terlalu tinggi, karena daya rusaknya terhadap jaringan dan sel darah berlangsung cukup lama, dari 1 sampai 14 hari. Korban meninggal diakibatkan gagal jantung dan sulit bernapas.

4. Kobra Asia

Philippine-Cobra

Di antara banyak spesies kobra, kobra Asia yang banyak hidup di Philipina adalah salah satu yang paling beracun dan berbahaya. Kobra Asia ini mampu menyemburkan bisanya hingga jarak 3 meter. Jenis racun yang dimiliki kobra adalah neurotoksin yang melemahkan denyut jantung dan menghambat pernapasan (disebut neurotiksitis) sehingga mengakibatkan kematian dalam 30 menit saja! Gigitan kobra hanya mengakibatkan sedikit kerusakan ada jaringan tubuh, namun neurotoksin mampu mengganggu transmisi elektrik saraf dengan menghambat bekerjanya saraf motorik.  Gejala yang ditimbulkan gigitan kobra adalah pusing, mual, muntah, menggigil, diare, bahkan pingsan.

5. Ular Harimau

Tiger Snake

Barangkali Australia memang layak menyandang gelar benua dengan kekayaan hayati ular berbisa terlengkap di dunia. Ditemukan di Australia, ular dengan doreng kuning hitam ini banyak ditemukan di Australia. Ular ini menmiliki bisa neuroti=oksis yang dapat membunuh manusia dalam 6-24 jam. Efek khas pada gigitan ular harimau adalah krasa kaku di leher, yang diikuti dengan mual, menggigil, keringat dingin,  muntah, kelumpuhan dan sulit bernapas.   Sebenarnya ular harimau hanya menyerang jika benar-benar terdesak dan tidak ada pilihan lain selain menyerang. Serangan ular harimau terkenal tepat dengan akurasi tinggi pada sasaran. Jadi, sebaiknya Anda mulai banyak berdoa  jika berada pada momen tersebut di alam liar.

6. Black Mamba

Blackmamba

Daftar ular paling berbisa di dunia menyambangi benua hitam Afrika. Ular Black Mamba tersebar hampir di sebagian besar dataran  Afrika. Ular yang identik dengan dunia mistis Afrika ini terkenal karena kecepatan geraknya (lebih dari 20 km/jam, ditasbihkan menjadi ular berbisa tercepat di dunia), agresifitas, dan serangan mematikan dengan ketepatan tinggi.  Black Mamba mampu menyerang 12 kali patukan dalam satu target sasaran. Satu patukan sudah cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa.  Racun neurotoksiknya bereaksi sangat cepat. Sekali gigit, racun neurotoksin yang disuntikkan pada korban mencapai 100-120 mg; bahkan pada kasusu tertentu dapat mencapai 400 mg, yang cukup membunuh 10 orang dewasa.

Jika racun neurotoksin telah mencapai pembuluh vena, maka  0,25 mg/kg saja  sudah cukup untuk membuat korbannya tewas dalam peluang 50:50.  eEfek racun ini pada manusia adalah demam, nyeri pada alat gerak, mata berkunang-kunang, muncul lorong cahaya, melelehnya liur tanpa kendali dari hidung dan mulut, dan pronounced ataxia (gerak otot tak terkendali). Jika tidak segera ditolong, maka korban akan mengalami muntah-muntah, kram otot perut, kelumpuhan dan sesak napas akut.  Setelah itu korban akan mengalami pingsan, koma dan meninggal. Tanpa pertolongan medis dengan antivenin, peluang kematian 100%, tertinggi di antara seluruh ular berbisa.  Berdasarkan ketahanan tubuh korban kematian dapat terjadi akibat gigitan setelah racun menjalar selama 15 menit hingga 3 jam.

7. Taipan

Coastaltaipan

Salah satu ular paling berbisa lagi datang dari dataran Australia. Bisa ular taipan ini sangat cukup untuk membunuh 12.000 ekor  guinea pig (babi berukuran kecil). Serangan racun hemotoksik ular ini akan menggumpalkan darah lalu  menghambat peredaran darah di arteri dan vena. Sebelum ditemukannya serum antivenin, sebagian besar korban gigitannya belum ada yang bisa bertahan dan tewas dalam hitungan jam. Meski telah diberi serum antivenin, korban gigitan ular ini tetap harus dirawat intensif di bawah pengawasan paramedis.  Bentuk tubuh dan anatomi ular taipan sangat mirip dengan ular Black Mamba, yang juga tidak kalah berbisanya.

8. Blue Krait atau si Biru Krait

948918878 0B4799Afdb O

Krait biru Malaysia terkenal karena gigitan berbisanya yang merenggut banyak korban. Ular loreng ini banyak ditemukan di Asia Tenggara dan Indonesia Separuh dari jumlah gigitan ular krait biru ini mengakibatkan kematian, meskipun telah diberi serum antiracun nya.  Ular Krait memburu dan memangsa ular lainnya, bahkan terkadang kanibal di antara sesamanya.  Ular dengan kepala hitam gelap ini aktif di malam hari dan sangat agresif di gelapnya malam. Namun demikian, ular ini cenderung menghindari konflik dengan makhluk yang lebih besar dan memilih pergi daripada melawan. Racun neurotoksik ular ini 16 kali lebih berbahaya daripada kobra. Efek racun ini dengan cepat akan melumpuhkan otot dengan cara menghambat kerja sinapsis antarsel saraf dan saraf motorik. Efek ini diikuti gejala lanjutan berupa kejang, menggigil, dan kelumpuhan.

Untungnya keaktifannya di malam hari mengurangi resiko bertemu dengan manusia.  Sebelum berkembangnya penelitian tentang serum anti racun, kematian akibat serangan ular ini mencapai 85%. Dan meski telah mendapatkan penanganan dengan serum antivenin, belum dapat dipastikan korban gigitan ular ini dapat normal kembali. Kematian biasanya terjadi setelah racun menjalar selama 6-12 jam.

9.  Ular Coklat Eastern

Screen Shot 2011-03-30 At 10.58.19 Am

Jangan biarkan nama imut “si Coklat” membuat anda terkecoh, 1 per 14.000 ons dari racunnya mampu membunuh seronag pria dewasa dalam beberapa jam saja. Di antara varian spesiesnya, ular coklat Australia ini adalah satu yang paling beracun bisanya.  Hal yang menghawatirkan adalah  ular ini senang tinggal di lingkungan padat penduduk di Australia (ataukah sebaliknya, manusia yang senang membuat pemukiman di habitat ular ini??)  Ular coklat ini gerakannya sangat gesit The Brown snake is fast moving, can be aggressive under certain circumstances and has been known to chase aggressors and repeatedly strike at them. Even juveniles can kill a human. The venom contains both neurotoxins and blood coagulants. Fortunately for humans, less than half of bites contain venom and they prefer not to bite if at all possible. They react only to movement, so stand very still if you ever encounter one in the wild.

10. Fierce Snake atau Taipan Inland

Poisonous Snake

ULar taipan inland ini mungkin bisa dijuluki “ular darat dengan racun paling berbahaya di bumi”. Sekali gigitan dengan pengeluaran bisa maksimum , cukup untuk membunuh 100 orang manusia atau 250.000 ekor tikus! Dengan kandungan LD/50 dari 0.03mg/kg, racun ular ini 10 kali lebih berbahaya dari ular derik Mojave, dan 50 kali lebih beracun daripada racun kobra pada umumnya. Untungnya ular ini tidak termasuk ular yang agresif, dan cenderung menjauhi manusia di alam liar. Belum pernah terdengar berita tentang kematian manusia akibat gigitan ular ini. Padahal jika manusia tergigit ular ini ,  seorang pria dewasa  akan langsung tewas dalam 45 menit saja.

10+  Ular laut Belcher’s

Sea Snake

Predikat ular yang paling berbisa di dunia layak disandang oleh ular laut Belcher. Beberapa miligram racun ular ini mampu untuk membunuh 1000 orang! Untungnya, ular ini jika terpaksa menggigit, hanya 1 dari 4 gigitan yang mengandung bisa yang mengerikan itu.  Dan mereka relatif jinak. Para pemancing adalah korban yang paling sering dari gigitan  ular ini. Biasanya gigitan mematikan itu terjadi ketika para pencari ikan itu bermaksud membuang ular laut yang ikut tertangkap oleh jaring ikan. Ular laut banyak ditemukan di perairan laut Asia tenggara dan Australia Utara.

Sumber gambar dan ide tulisan:

www.animalpicturearchive.com

www.listverse.com

About these ads

4 responses to “10+ Ular Paling Beracun di Dunia

  1. :bingung: :bingung: :tabrakan:

  2. gan klo di ular Taipan tadi kan racunnya menggumpalkan darah msa neurotoksin ? bukan hemotoksin?

  3. seseorang ber wangsit kalau dunia ingin aman, tengtrem dan damai maka harus membasmi ular2 yang ada dimuka bumi ini tanpa pengecualian baik di daratan maupun lautan luas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s