Organ Tumbuhan: Batang

clip_image002

BATANG

  1. Fungsi Batang

Batang tumbuhan memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu:

1) Penopang atau penegak tubuh tumbuhan.

2) Pengangkut air, unsur hara dan hasil fotosintesa.

3) Tempat penyimpanan cadangan makanan, contohnya pada tebu.

4) Alat perkembangbiakan vegetatif.

5) Bagi manusia, batang berguna sebagai bahan bangunan dan furnitur.

  1. Anatomi Batang

Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.

1) Batang Dikotil

Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam:

a) Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antarsel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

b) Korteks

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel. Bagian yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

c) Endodermis

Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan angiospermae mengandung zat tepung, tetapi pada endodermis tumbuhan gymnospermae tidak terdapat zat tepung.

d) Stele atau Silinder Pusat

Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xylem dan floem letaknya saling bersisian, xylem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.

Antara xylem dan floem terdapat kambium intra-vasikuler. Pada perkembangan selanjutnya, jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium inter-vasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.

Pada tumbuhan Dikotil yang berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan lingkaran tahun.

2) Batang Monokotil

Pada batang monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xylem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada monokotil menyebabkan batang monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain, tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon kelapa (Cocos nucifera) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s