Jaringan Dewasa Tumbuhan

Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah berhenti membelah. Jaringan ini terbentuk dari hasil diferensiasi dan spesialisasi sel pembentuk meristem. Diferensiasi adalah perubahan bentuk sel yang disesuaikan dengan fungsinya, sedangkan spesialisasi adalah pengkhususan sel untuk mendukung suatu fungsi jaringan dewasa yang pada umumnya sudah tidak lagi mengalami pertumbuhan atau sementara berhenti. Terdapat istilah jaringan permanen pada jaringan dewasa ini, yaitu jaringan dewasa yang sudah tidak tumbuh lagi atau berdiferensiasi yang sifatnya tetap (irreversibel).

a. Jaringan Epidermis

clip_image002

Jaringan ini letaknya paling luar, menutupi permukaan tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang hingga daun. Bentuk jaringan epidermis bermacam-macam, namun secara umum jaringan epidermis terdiri dari selapis sel yang pipih dan rapat. Fungsi jaringan epidermis adalah untuk melindungi jaringan di bawahnya dan sebagai tempat pertukaran zat.

Pada tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan sekunder, akar dan batangnya sudah tidak lagi memiliki jaringan epidermis. Jaringan epidermis telah bermodifikasi sesuai dengan organ yang diselubunginya, antara lain:

1) Epidermis akar, berfungsi sebagai pelindung dan tempat terjadinya difusi dan osmosis. Contohnya adalah rambut akar pada tumbuhan yang berfungsi membantu penyerapan akar.

2) Epidermis batang, bermodifikasi membentuk lapisan tebal disebut kutikula (lapisan lilin) yang berfungsi melindungi jaringan di bawahnya.

3) Epidermis daun, jaringan ini terdapat pada bagian atas dan bawah daun dan tidak berklorofil, kecuali pada sel penjaga (sel penutup) stomata. Modifikasi epidermis daun cukup beragam, ada yang membentuk saluran udara, stomata (mulut daun) dan lapisan lilin.

b. Jaringan Parenkim

Di sebelah dalam epidermis terdapat jaringan parenkim atau jaringan dasar. Jaringan parenkim dijumpai pada kulit batang, kulit akar, daging, daun, daging buah, endosperma (cadangan makanan biji), dan juga penyelubung jaringan lain seperti pada xylem dan floem. Bentuk sel parenkim bermacam-macam. Sel parenkim yang mengandung klorofil disebut klorenkim, dan yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim. Penyimpanan cadangan makanan dan air oleh tubuh tumbuhan dilakukan oleh jaringan ini.

Berdasarkan fungsinya, jaringan parenkim dibedakan menjadi beberapa macam antara lain:

clip_image006

1) Parenkim asimilasi (klorenkim) adalah sel parenkim yang mengandung klorofil dan berfungsi untuk fotosintesis. Hasil-hasil fotosintesis berupa gula diangkut ke parenkim batang atau akar. Di dalam parenkim batang dan akar, hasil-hasil fotosintesis tersebut disusun menjadi bahan organik yang lebih kompleks, misalnya zat tepung (amilum), protein atau lemak.

2) Parenkim penimbun adalah sel parenkim yang dapat menyimpan cadangan makanan yang berbeda sebagai larutan di dalam vakuola, bentuk partikel padat, atau cairan di dalam sitoplasma. Contohnya pada Ubi jalar (Ipomoea batatas), ada juga sel parenkim yang menyimpan cadangan makanan pada kotiledon (daun lembaga biji) seperti pada kacang Buncis (Phaseolus vulgaris).

3) Parenkim air adalah sel parenkim yang mampu menyimpan air. Umumnya terdapat pada tumbuhan yang hidup di daerah kering (xerofit), tumbuhan yang menumpang pada tumbuhan lain, tetapi tidak merugikan tumbuhan inang (epifit) seperti anggrek dan tumbuhan sukulen (tanaman dengan daging tebal dan berlendir, seperti lidah buaya).

4) Parenkim udara (aerenkim) adalah jaringan parenkim yang mampu menyimpan udara karena mempunyai ruang antarsel yang besar. Aerenkim banyak terdapat pada batang dan daun tumbuhan hidrofit seperti Teratai dan Eceng Gondok.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s