Sistem Gerak: Otot

Otot merupakan alat gerak aktif, dapat melakukan kontraksi dan relaksasi. Otot tersusun oleh dua macam filamen dasar, yaitu filamen aktin (tipis) dan miosin (tebal). Kedua filamen menyusun miofibril. Miofibril menyusun serabut otot, dan serabut otot menyusun satu otot.

 

image

Gambar . Jenis-jenis Otot, (a) Otot Rangka/ Otot Lurik (b) Otot Jantung (c) Otot Polos

a. Karakteristik otot, antara lain:

1) Kontraktibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek dan lebih pendek dari ukuran semula, hal ini terjadi jika otot sedang melakukan kegiatan.

2) Eksetensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang dan lebih panjang dari ukuran semula.

3) Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk kembali pada ukuran semula.

 

b. Berdasarkan atas sel-sel penyusunnya, otot terdiri atas:

1) Otot lurik (otot rangka)

Tahukah Anda?

Otot jantung adalah otot yang unik, ia terus bekerja tanpa lelah dari kita lahir hingga suatu saat nanti kematian datang. Otot yang bercabang ini juga tidak pernah diganti semenjak pertama kali berdetak. Jika dihitung secara matematis, seandainya setiap detak jantung kita sampai saat ini ditukar dengan Rp.100,00 saja, sudah lebih dari cukup untuk menutup seluruh hutang luar negeri Indonesia.

 

Tersusun atas serabut halus (myofibril) panjang dengan garis gelap terang (otot seran lintang), memiliki banyak inti, bekerja di bawah kendali saraf sadar (otot sadar), melekat pada rangka (otot rangka). Pigmen otot rangka dipengaruhi oleh mioglobin yang berfungsi seperti hemoglobin pada darah, yaitu mengikat oksigen.

2) Otot polos

Bentuk pendek dengan inti 1 ditengah. Ditemukan pada alat pencernaan, saluran pernapasan, pembuluh darah, dan getah bening, tidak pada rangka. Reaksi terhadap rangsang lambat, bekerja tidak dipengaruhi saraf sadar, mampu berkontraksi dalam waktu lama dan tidak cepat mengalami kelelahan.

3) Otot jantung

Struktur menyerupai otot lurik, tetapi bekerja seperti otot polos (tidak dipengaruhi otot sadar). Memiliki satu inti ditengah. Kerja otot jantung erat kaintannya dengan fungsi jantung sebagai alat pemompa darah.

c. Otot berkontraksi karena ada rangsangan. Sifat kerja otot dibedakan menjadi antagonis dan sinergis.

1) Antagonis, yaitu kerja otot yang kontaksinya menimbulkan efek gerakan berlawanan, antara lain:

§ Ekstensor (meluruskan) dan fleksor (membengkokkan), misal bisep dan trisep.

§ abduktor (menjauhi badan) dan adduktor (mendekati badan), misal gerak tangan mendekati bahu dan sikap sempurna.

§ depressor (ke bawah) dan elevator (atas), misalnya gerak kepala menunduk dan menengadah.

§ Supinator (menengadah) dan pronator (menelungkup). Misalnya pada telapak tangan.

2) Sinergis, otot-otot yang kontraksinya menimbulkan gerak searah. Contohnya pronator teres dan kuadratus pada lengan bawah.

d. Proses terjadinya gerak pada otot rangka dapat dijelaskan sebagai berikut:

· Otot dapat berkontraksi karena adanya zat asetilkolin. Asetilkolin membebaskan ion kalsium à menyebabkan protein otot (aktin dan miosin) membentuk aktomiosin à otot memendek = otot berkontraksi. Untuk berkontraksi otot memerlukan energi yang berasal dari sel-sel otot.

· Sebaliknya ion kalsium masuk ke dalam plasma sel à aktomiosin pecah menjadi aktin dan miosin lagi à otot menjadi lemah = relaksasi.

Sumber energi untuk gerak pada otot adalah ATP (Adenosin Triposphat) berasal dari karbohidrat dan glikogen (gula otot). Jika dalam otot banyak terdapat timbunan asam laktat, dapat menyebabkan kelelahan. Asam laktat atau asam susu sebenarnya merupakan zat sisa pernapasan anaerob pada sel. Asam laktat akan dibuang melalui pembuluh darah, sehingga menyebabkan pegal-pegal dan kaku (kram otot).

Reaksi penggunaan energi pada otot:

§ Glikogen ? laktasidogen

§ laktasidogen ? glukosa + asam laktat

§ glukosa + O2? CO2 +H2O + energi

e. Kelainan pada otot antara lain:

1) Atrofi: mengecilnya otot sehingga kehilangan kemampuan berkontraksi. Atrofi terjadi akibat kurangnya aktivitas otot.

2) Distrofi: tidak berfungsinya otot karena terjadi karena faktor genetis.

3) Kelelahan otot: terjadi karena berkontraksi terus menerus.

4) Tetanus: disebabkan karena bakteri Clostridium tetani.

5) Hernia abdominalis: melorotnya usus ke dalam rongga perut akibat robeknya dinding perut.

6) Miastenia gravis: kelumpuhan otot secara perlahan akibat sistem imunitas dan hormon tiroid yang tidak berfungsi normal.

7) Stiff (kaku leher): leher terasa kaku dan sakit jika digerakkan.

8) Kram: kontraksi otot yag terjadi secara mendadak dan singkat. Kram dapat terjadi karena kurangnya aliran darah ke otot.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s